NAWACITAPOST.COM — Ironi kemanusiaan yang akut sedang dipertontonkan di atas panggung kekuasaan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Menolak mati kelaparan di atas altar ketidakpastian birokrasi, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Terdampak Bencana meluapkan amarah yang membakar dengan menggeruduk Kantor Bupati Tapteng pada Rabu (17/06/2026).
Mereka adalah para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi nyaris 7 bulan lalu (25 November 2025). Namun hingga detik ini, hak paling mendasar mereka—Jaminan Hidup (Jadup) dan rekonstruksi rumah rusak—sengaja dibiarkan "membeku" di bawah meja kerja para pejabat dengan dalih klasik yang menjemukan: "Proses verifikasi dari pusat."
Perut Lapar Tak Bisa Mengunyah Lembar Verifikasi!
Aksi massa yang dipenuhi wajah letih, lapar, dan kecewa ini menjadi bukti nyata bobroknya manajemen pascabencana di Tapteng. Berdasarkan Permensos, dana Jadup sebesar Rp15.000 per jiwa/hari (total Rp1,35 juta per orang selama 3 bulan) bukanlah hadiah atau belas kasihan, melainkan kewajiban mutlak negara untuk menyambung hidup warganya yang kehilangan segalanya.
Baca Juga: Momentum Bersejarah Di Kubu Raya: Cendekiawan Dayak Bersumpah Rebut Peran Utama Pembangunan
"Kami sudah dipaksa sabar menunggu dari November 2025 sampai Juni 2026! Tapi perut lapar kami tidak bisa mengunyah lembar verifikasi yang entah kapan selesainya. Di mana hati nurani dan empati pemerintah?!" pekik salah satu orator, disambut jerit histeria massa.
Pantauan awak media Nawacitapost.com di lapangan merekam atmosfer yang sangat kontras: penderitaan rakyat jelata yang compang-camping berhadapan langsung dengan kekakuan para birokrat yang berlindung nyaman di balik gerbang besi.
8 Gugatan Hitam di Atas Putih: Kuliti Ketertutupan Pemkab
Aliansi Masyarakat Tapteng tidak datang dengan tangan kosong atau sekadar retorika. Berdasarkan dokumen resmi "Tuntutan Aksi" yang diperoleh Nawacitapost.com, warga melemparkan 8 poin gugatan tajam yang menguliti borok ketertutupan Pemkab Tapteng:
-
Desak Transparansi Jadup Tahap II & III: Menuntut penjelasan terbuka mengenai realisasi penyaluran Jaminan Hidup yang hingga kini gelap gulita.
-
Transparansi Bantuan Rumah Rusak: Meminta kejelasan progres bantuan stimulan untuk rumah warga yang hancur.
-
Buka Aliran Dana Pihak Ketiga: Mendesak Pemkab membuka data bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, lembaga kemanusiaan, hingga pihak swasta.
-
Publikasikan Daftar Penerima Bantuan: Meminta detail nama, mekanisme, dan nominal bantuan guna menutup ruang penyimpangan dan korupsi.
-
Percepat Eksekusi Penyaluran: Mendesak pencairan seluruh bantuan yang tertunda agar masyarakat tidak digantung dalam ketidakpastian.
-
Tantang Bupati Dialog Terbuka: Menuntut Bupati menemui massa secara langsung untuk mempertanggungjawabkan sengkarut ini.
Tags
Terkini
Memutus Rantai Intimidasi: Gusman Ndruru Bawa FSPMI Jadi Perisai Utama Perjuangan Buruh
Senin, 21 September 2026 | 20:40 WIBViral Istri Pejabat Kalsel Dikipasi saat Makan, Camat Banua Lawas Buka Suara
Jumat, 18 September 2026 | 20:36 WIBKomitmen Wali Kota Bekasi dan DLH Responsif Tuntaskan Sampah Kayuringin Jaya
Jumat, 18 September 2026 | 11:41 WIBViral Aksi Dugaan Modus Hipnotis di Cibubur CBD Bekasi Nyaris Memakan Korban
Rabu, 16 September 2026 | 19:34 WIBRamai Unggahan Warga Pontianak di Medsos Sambut Hujan Deras Penawar Karhutla
Selasa, 15 September 2026 | 19:29 WIBKualitas Kredit Memburuk, PEFINDO Pangkas Rating Bank BJB Jadi idAA-
Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIBDi Balik Turunnya Rating Bank BJB: Tekanan Kualitas Aset dan Pemburukan Kredit
Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIBProfil Keuangan Tertekan, PEFINDO Resmi Turunkan Rating Bank BJB Jadi idAA-
Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIBGempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Aman Tsunami dan Perjalanan KA Normal
Sabtu, 12 September 2026 | 20:58 WIBKrisis BBM di Sulsel Memanas, Mahasiswa Ricuh Geruduk Kantor Pertamina Sulawesi
Sabtu, 12 September 2026 | 20:58 WIBDugaan Santriwati Alami Pelecehan di Ponpes Sleman, Pihak Pesantren Buka Suara
Sabtu, 12 September 2026 | 13:03 WIBUlah Aneh Emak-emak Penghisap Kamper Bikin Geger Penumpang KRL Manggarai-Bogor
Sabtu, 12 September 2026 | 13:03 WIBJerat Trauma Orang Tua Usai Ratusan Siswa Pati Tumbang Diduga Keracunan MBG
Kamis, 10 September 2026 | 11:51 WIBPetaka Makan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan Massal
Kamis, 10 September 2026 | 11:50 WIBKrisis Air Memuncak, Kota Cirebon Tetapkan Status Darurat Bencana Kekeringan 2026
Selasa, 8 September 2026 | 18:49 WIBMegah di Luar Lapuk di Dalam, Asrama Mahasiswa Natuna Pontianak Terancam Bahaya
Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIBErupsi Anak Krakatau: Harga Masker Melonjak Drastis hingga Sepuluh Kali Lipat
Senin, 7 September 2026 | 21:33 WIBHujan Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Bandar Lampung, Warga Diselimuti Kepungan Debu
Senin, 7 September 2026 | 21:32 WIBViral Curhatan Supplier MBG: Dari Beras Oplosan Hingga Dugaan Markup Anggaran
Senin, 7 September 2026 | 21:32 WIBSoal Polemik MBG di Wilayah Karhutla, Kepala BGN Buka Suara
Senin, 7 September 2026 | 10:40 WIB