news

Kemkop dan UKM Identifikasi KUMKM Yang Terdampak Covid-19

Minggu, 19 April 2020 | 18:13 WIB

Jakarta, Nawacitapost - Dampak Covid-19 bagi pelaku usaha, khususnya koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM). Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM akan melakukan identifikasi melalui dan recovery dengan berbagai stimulus, serta development program setelah recovery.




Dikatakan Victoria br. Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemkop dan UKM, selama pandemik Covid-19 KUMKM mengalami penurunan penjualan, kesulitan bahan baku, distribusi terhamba, permodalan dan produksi menurun.


"Mengantisipasi hal tersebut, kata dia, Kemkop dan UKM telah melakukan mitigasi bagi KUMKM terdampak Covid-19 dengan beberapa inisiasi, seperti, pertama, stimulus daya beli produk UMKM/koperasi," tukasnya, beberapa hari lalu, tepatnya 16 April 2020.


Kedua dijelaskan Victoria, bantuan langsung tunai usaha ultra mikro dan mikro. Ketiga, restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro. Keempat, restrukturisasi kredit untuk koperasi melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB).


"Kelima, belanja di warung tetangga. Keenam, kartu prakerja. Ketujuh, relaksasi pajak. Kedelapan, masker untuk semua. Kesembilan, BUMN sebagai offtaker produk pangan dan bahan pokok," jelas Deputi.


Dari lima hal yang diinisiasi Deputi tersebut, tidak luput mengikuti protokol kesehatan dan social distancing kendati menjalankan aktivitaa produksi untuk bertahan hidup.


Baca juga : Pemerintah Bebaskan Bayar Bunga KUR bagi UMKM Terdampak Covod-19


Lebih lanjut, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD). KUMKM banting setir memproduksi APD berupa coverall bagi tenaga medis serta masker dan handsanitizer untuk masyarakat umum.


Oleh karena itu, Kemkop dan UKM terus mendorong para pelaku usaha khususnya KUMKM yang memproduksi APD, masker dan handsanitizer dalam membantu kebutuhan produk dalam negeri.


"Dari 330 UMKM yang tersebar di 16 provinsi, akan dimasifkan produksinya untuk kebutuhan wilayaj Jabodetabek," kata Deputi Victoria.


Lanjutnya Teten Masduki Menkop dan UKM menyatakan telah menjalin komitmen dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan bahan baku, standarisasi produk, dan akses pemasaran produk KUMKM dimaksud.


Salah satu yang telah dilakukan adalah melakukan kerja sama dengan PT Daruma Adira Pratama terkait quality control dan akses pemasaran produk APD yang diproduksi oleh KUMKM melalui program Karya Nusantara.


Telah ada beberapa KUMKM yang standar produknya sesuai dengan standar kurasi program “Karya Nusantara by Daruma”, antara lain : PT Semesta Raya Bertasbih, Primed Coverall Suit, La Suntu Tastio, PT Sinar Utama Madura, Tewe Tewe Art, Anggrek KCB, dan Batu Beling.


Para KUMKM tersebut akan dipertemukan dengan beberapa buyer potensial seperti holding BUMN bidang farmasi, Lembaga Kemanusiaan, Kementerian Kesehatan, dan BNPB.


Saat ini Program Karya Nusantara telah mendapatkan order sebanyak 15.000 masker non medis yang diproduksi oleh KUMKM terkurasi.

Halaman:

Terkini