news

Fraksi PSI Sarankan Pengalihan Anggaran Sewa Lift, Wastafel dan Bilik Desinfektan Rusun Babat Jerawat senilai Rp 7,2M.

Jumat, 17 April 2020 | 03:44 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Untuk mengantisipasi lonjakan ODP, pemkot Surabaya berencana menggunakan Rusun Babat Jerawat untuk Gedung Isolasi ODP. Namun langkah pemkot Surabaya masih mendapat penolakan warga sekitarnya. Rusun Babat Jerawat dipilih karena 100 unit yang tersedia masih kosong alias belum dihuni. Pemkot pun menyiapkan lift untuk rusun tersebut, namun lift itu nanti sewa. Anggaran untuk sewa lift portable, pembuatan wastafel dan bilik desinfektan akan mencapai Rp 7,2 M.


Menanggapi hal tersebut Ketua Fraksi PSI Surabaya, William Wirakusuma mengatakan bahwa Pemkot Surabaya harus mempertimbangkan kembali rencana penggunaan Rusun Babat Jerawat. “Kalau masih ada penolakan oleh warga sekitar, harap dipertimbangkan kembali” ujar William.


Menurut Fraksi PSI, masi ada opsi-opsi lain yang bisa diambil oleh Pemerintah Kota Surabaya. “Dana untuk sewa lift dsb itu bisa dipakai untuk sewa hotel saja, untuk 100 kamar hotel seharga Rp 300.000,- per malam, dana Rp 7,2 M akan bisa digunakan untuk sewa selama 8 bulan” lanjut William.


William juga menjelaskan bahwa dengan menyewa hotel untuk Gedung Isolasi ODP, maka Pemkot tidak hanya menyelesaikan permasalahan ketersediaan Gedung Isolasi serta penolakan warga namun juga membantu para karyawan hotel sehingga tidak dirumahkan oleh pihak perusahaan. Karena wabah covid-19 ini dunia perhotelan sangat terdampak dan tingkat okupansi kamar pun sangat rendah.


“Khan malah bisa lebih cepat digunakan, gedung sudah ada, lift juga tersedia, wastafelpun sudah ada, bahkan harga segitu bisa sudah termasuk makan pagi”, lanjut William.


Sementara itu Sekretaris Fraksi PSI Surabaya Tjutjuk Supariono menambahkan bahwa dari rapat dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, banyak hotel yang menyatakan kesediaannya untuk menyewakan hotelnya untuk digunakan sebagai gedung isolasi sementara.


“Daripada memakai rusun atau bekas kelurahan, lebih baik sewa hotel. Lebih murah, nyaman dan banyak hotel menyatakan siap dan mau lho” pungkas Tjutjuk. (BNW)

Terkini