news

Insiden di Mamra, anggota DPR Minta Bentuk Tim Gabungan

Rabu, 15 April 2020 | 10:25 WIB
Jakarta, Nawacitapost - Insiden bentrokan antara TNI-Polri di Kabupaten Memberamo Raya (Mamra), pada Minggu April 2020 kemaren sampai menewaskan tiga anggota Polri dan melukai dua anggota Polri. Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi menyayangkan atas insiden tersebut dan menyarankan agar dibentuk tim gabungan yang bertugas menegakkan disiplin dan aturan hukum dalam penyelesaian pertikaian oknum dari lembaga tersebut.

"Seharusnya segenap komponen bangsa ini bahu membahu untuk melawan persebaran Covid-19, termasuk juga TNI dan Polri. Kejadian seperti ini seharusnya dihindari dan tidak perlu sampai terjadi," katanya melalui pernyataan tertulis yang dilansir parlementaria, Senin, (13/4).

Dia mengatakan, semestinya personel kedua lembaga itu bahu membahu gotong royong dalam membendung penyebaran Covid-19. Lebih lanjut dia meminta Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih duduk bersama untuk menjalin komunikasi lebih baik antar anggota sehingga tidak sampai terjadi aksi balasan.

"Saya meminta Polri dan TNI menjalin komunikasi lebih baik lagi, sehingga kejadian seperti ini bisa dihindari. Energi yang kita miliki seharusnya difokuskan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari pandemi corona, bukan malah seperti ini," jelas Aboebakar.

Pertikaian itu menyebabkan tiga anggota Polres tewas, sedangkan 2 lainnya luka tembak. Insiden tersebut terjadi di pertigaan jalan Pemda I, diduga akibat kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya, kata Kombes Kamal.

Akibat kesalahpahaman tersebut tiga anggota Polri meninggal dunia yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias Dibangga. Sedangkan yang mengalami luka tembak yakni Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.

Terkini