news

Misteri "Laptop Gaib" Libera dan Teka-teki Dana BOS di Pesawaran: LSM Melapor, Kepala Sekolah Mengingkar!

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:59 WIB
Tampak depan SMPN 5 Pesawaran, Lampung (Amrulloh Nawacita)

NAWACITAPOST.COM – Aroma dugaan korupsi menyengat sektor pendidikan di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Proyek pengadaan alat teknologi yang menelan anggaran miliaran rupiah kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, barang yang tercantum dalam anggaran diduga tak pernah wujud—raib bak ditelan bumi—sementara polemik pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tingkat SMP turut mencuat ke permukaan.

Skandal "Laptop Siluman" Merek Libera: Anggaran Rp6,3 Miliar, yang Muncul Chromebook

Dugaan mark-up dan pengadaan fiktif ini berawal dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GARDA P3ER (Gerakan Pemuda Peduli Pembangunan dan Ekonomi Rakyat) ke Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Februari 2026 lalu. LSM GARDA membidik dugaan pengadaan 200 unit laptop merek Libera dengan taksiran harga yang fantastis: Rp25.000.000 per unit, dengan total kerugian negara awal diprediksi mencapai Rp5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah).

Namun, penelusuran lebih mendalam pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) justru mengungkap angka yang jauh lebih mencengangkan.

Baca Juga: Genjot Infrastruktur Hingga Tertibkan Lapak Kurban, Ini 4 Poin Penting Arahan Plh Wali Kota Bekasi!

Kode Anggaran SiRUP:
`1.01.02.2.01.22.5.2.03.01.01.0010` (APBD 2021)
Nama Paket: Pengadaan Peralatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) SD
Nilai Pagu: Rp6.380.000.000 (Enam Miliar Tiga Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah) melalui metode E-Purchasing pada Maret 2021.

Fakta Lapangan: Kontradiksi Pengakuan Kepala Sekolah

Saat dikonfirmasi di ruang dewan guru pada Senin (25/05/2026), Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Way Lima, Nur Aini, justru memberikan pengakuan yang mengejutkan.

"Bantuan yang kami terima pada tahun 2021 hanyalah Chromebook, bukan laptop. Mereknya pun bukan Libera," tegas Nur Aini.

Pernyataan ini langsung memicu pertanyaan besar: Ke mana perginya laptop merek Libera yang dianggarkan dengan angka miliaran rupiah tersebut? Jika dikalkulasikan secara merata dari total pagu SiRUP Rp6,3 Miliar terhadap 284 unit SD Negeri di Kabupaten Pesawaran pada tahun 2021, maka setiap sekolah seharusnya mendapatkan alokasi senilai kurang lebih Rp22.464.700.

Kini, publik menanti nyali dan ketegasan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Anca Martha Utama N, S.STP, M.M., M.P, untuk mengklarifikasi carut-marut anggaran ini agar tidak menjadi bola liar.

Baca Juga: Jeritan Keadilan Buruh Kecil: PT ANJ Agri Siais Diduga Pecat Sepihak Hingga Kerahkan Intimidasi Oknum Sekuriti!

Kejaksaan Negeri Pesawaran Ditantang Bongkar Akar Masalah

Kasus ini menjadi ujian konsistensi bagi aparat penegak hukum di Lampung. Publik mendesak agar Kejaksaan Negeri Pesawaran hingga Kejaksaan Tinggi Lampung bergerak cepat dan tidak membiarkan kasus "Laptop Gaib" ini menguap begitu saja.

Transparansi mutlak diperlukan agar tidak timbul spekulasi negatif di tengah masyarakat bahwa penegak hukum "masuk angin" dalam menangani dugaan korupsi di tubuh Dinas Pendidikan.

Ada Apa dengan Dana BOS SMPN 5 Pesawaran? Kepsek Menghindar, Wakil Amesia

Setali tiga uang dengan isu pengadaan laptop, aroma ketidakterbukaan informasi publik juga terjadi di SMPN 5 Pesawaran terkait pengelolaan Dana BOS dan pungutan komite.

Alibi 'Rapat Zoom' dan Sikap Tertutup

Ketika tim jurnalis Nawacitapost.com mencoba melakukan konfirmasi, Bertiliya Kepala SMPN 5 Pesawaran, terkesan panik dan sibuk menghubungi Ketua Komite—tindakan yang diduga kuat sebagai upaya mencari perlindungan dari kejaran konfirmasi media.

Halaman:

Tags

Terkini