Jakarta, Nawacitapost - pembuat sarung tangan terbesar di dunia Top Glove Corp Bhd mengharapkan, pertumbuhan penjualan sarung tangan karet akan meningkat menjadi sekitar 25 persen dari target awal sebesar 10 persen -15 persen
"Peningkatan tersebut didukung oleh penyebaran virus corona di China yang belum menunjukkan peredaan," kata Ketua Eksekutif Top Glove Corp Bhd Lim Wee Chai, dilansir Bloomberg, yang dikutip Bisnis.com, Kamis 30 Januari 2020.
Perkirakan tersebut pun berdasarkan pengalaman perusahaan tersebut sebelumnya selama wabah H1N1, ketika permintaan sarung tangan karet meningkat.
Adapun, pesanan dalam beberapa hari terakhir hampir sama dengan setengah dari penjualan bulanan biasa ke China, sementara pesanan dari Hong Kong dan Taiwan juga meningkat.
“Penurunan penjualan di China dalam beberapa hari terakhir terjadi sementara karena beberapa kantor dalam karantina, kami berharap untuk melihat lebih banyak penjualan sarung tangan pada tahap selanjutnya,” kata Lim.
Di sisi lain, harga karet sesungguhnya tengah berada dalam jalur bullish karena tekanan pada pasokan seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap wabah jamur di negara produsen karet utama.
Menurut data Otoritas Karet Thailand, sekitar 121.600 hektar area karet di Thailand, penghasil dan pengekspor karet terbesar di dunia, kini telah terkena dampak penyakit daun pestalotiopsis. Penyakit itu juga ditemukan di Malaysia, India, Sri Lanka dan Indonesia, di mana sekitar 383.100 hektar terkena dampaknya.
International Tripartite Rubber Council (ITRC) menjelaskan bahwa tingkat keparahan wabah penyakit Pestalotiopsis diperkirakan dapat menurunkan 70 persen - 90 persen produktivitas di daerah yang terkena kasus terburuk dan sekitar 30 persen - 50 persen untuk daerah yang terkena dampak sedang.
Selain itu, harga karet juga naik di tengah kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan seiring dengan cuaca buruk di Thailand. Menurut Departemen Meteorologi Thailand, Negara Gajah Putih itu mungkin mengalami kekeringan terburuk dalam 40 tahun.
Adapun, beberapa provinsi di timur laut, wilayah penghasil terbesar kedua Thailand, telah dinyatakan sebagai daerah yang dilanda kekeringan.