news

Harga Karet Meningkat di Tengah Merebaknya Virus Corona

Rabu, 1 April 2020 | 16:55 WIB

Jakarta, Nawacitapost - Suasana menakutkan  di saat virus Corona kemana - mana, efeknya cukup besar mulai dari orang yang paling bawah sampai kepala negara di dunia pun merasa kelimpungan. Semua sektor Industri terasa dampaknya bahkan anggaran negara pun mao engga mao harus dialihkan untuk menopang perekonomian.


Namun ternyata tidak semua sektor mengalami penurunan akan tetapi di sektor komoditas karet harga karet bergerak lebih tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan sebagai bahan untuk dijadikan sarung tangan.


Sesuai data yang dilansir Bloomberg, pada perdagangan Rabu, 29 Januari 2020 yang dikutip Bisnis.com, harga karet untuk kontrak April 2020 di bursa TOCOM ditutup menguat 0,16 persen menjadi 182,5 yen per kilogram. Pada perdagangan sebelumnya, karet berhasil menguat 3,11 persen di saat mayoritas komoditas agrikultur terdepresiasi.


Bahkan, harga karet sempat mencapai level tertinggi di 203,1 yen per kilogram pada perdagangan 14/1/2020. Peningkatan harga tersebut disebabkan oleh menguatnya permintaan karet sebagai bahan baku sarung tangan di tengah penyebaran virus corona.


Wakil Presiden Sri Trang Agro-Industry Pcl Thailand Vitchaphol Sincharoenku mengatakan bahwa pihaknya tengah meningkatkan produksi sarung tangan untuk memenuhi permintaan yang meningkat di China ketika negara itu berjuang melawan wabah virus corona.


"Kami tidak membayangkan permintaan akan datang secepat ini,” ujar Vitchaphol seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/1/2020).


Produsen karet terbesar dunia tersebut mengaku pelanggan China mulai melakukan pesanan pada pekan lalu untuk mengamankan pasokan. Pihaknya pun memproyeksi permintaan akan terus tumbuh jika wabah virus terus memburuk.

Terkini