NAWACITApost.com – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA secara khusus di undang untuk menghadiri acara puncak Nawacita Awards 2023. Beliau merupakan tokoh yang rendah hati, ramah, dan teladan kebhinekaan.
Saat di temui oleh Komisarisa Utama Media Nawacita Indonesia (MNI), Faigiziduhu Ndururu, Nasaruddin Umar memberikan pesan kepada Media Nawacita Indonesia untuk terus menjaga Kebhinekaan sama dengan menjaga Indonesia.
Nawacita Awards 2023 terinspirasi dari Soekarno yang mencetuskan Trisakti. Gagasan Trisakti memiliki tiga rumusan, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.
Tahun lalu, Nawacita Awards dilaksanakan pada 28 Oktober 2022, di kawasan Kuningan, Jakarta. Sedangkan tahun ini, pelaksanaan Nawacita Awards akan dilangsungkan pada 8 September 2023, di The Tribrata, Jakarta Selatan.
Beesokhi menyampaikan, kegiatan Nawacita Awards 2023 didukung penuh oleh semua Dewan Pembina MNI. Salah satunya, Menteri Hukum dan (HAM) Yasonna H Laoly.
"Secara khusus Pak Yasonna sebagai Ketua Dewan Pembina dan juga sekaligus Menkum HAM, dalam undangan beliau turut mengundang seluruh tokoh yang diundang," jelas Beesokhi.
Menurut Beesokhi, penilaian Nawacita Awards 2023 lebih ketat bila dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. MNI, hanya akan memberikan 1 buah penghargaan untuk masing-masing kategori. Dengan demikian, nantinya bakal ada 9 orang penerima Nawacita Awards 2023.
Terdapat 9 kategori penghargaan yang dianugerahkan pada Nawacita Awards 2023. Adapun 9 kategori tersebut yaitu, Pertahanan dan Keamanan, Penguatan Kebhinekaan Indonesia, Pendidikan Karakter Bangsa, Kesejahteraan Masyarakat, Kemandirian Ekonomi Nasional, Kemajuan Infrastruktur dan Industri, Pembangunan Daerah, Pejuang Demokrasi, serta Penegakan Hukum.
Beberapa dewan juri yang akan menilai para tokoh tersebut antara lain Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), Jawa Timur Prof Bayu Dwi Anggono; Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang; dan Agustus Gea.