nasional

Mahasiswa Unand Temukan Alat Deteksi Dini Ginjal Kronis

Jumat, 13 Oktober 2023 | 10:57 WIB

NAWACITApost.com - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Andalas (Unand) mengembangkan inovasi alat pendeteksi gagal ginjal. Mereka adalah Silvioni Amori Canesha (Ilmu Keperawatan 2020), Andre Paskah Gultom (Teknik Elektro 2020), Taufik Nur Hidayat (Teknik Elektro 2020), Marsi Sekar Ningrum (Ilmu Keperawatan 2020), dan Aine Metasawa Zendrato (Teknik Elektro 2021), di bawah bimbingan Dr Emil Huriani dari Fakultas Keperawatan Unand.

Silvioni Amori Canesha selaku ketua tim mengatakan, penelitian ini didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Inovasi di bidang kesehatan ini mengandalkan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning untuk melakukan deteksi gagal ginjal kronis sedari dini yang hanya berasal dari nafas pasien.

Hasil deteksi kadar amonia ini dapat menjadi indikator penting dalam menentukan tahap GGK berdasarkan jumlah amonia yang terdeteksi oleh sensor alat tersebut. Dengan hadirnya inovasi ini, pasien dapat melakukan pencegahan dan perawatan lebih dini, yang diharapkan dapat mengurangi beban pengobatan berulang dengan cuci darah.

"Gagal ginjal kronis termasuk penyakit yang sering memerlukan pengobatan cuci darah seumur hidup," ucap Silvioni, dikutip Jumat (13/10/2023).

Andre mengungkapkan bahwa inovasi yang dibuat berfokus pada pencegahan dan penanganan dini Gagal Ginjal Kronis (GGK). "Inovasi ini mencakup pengembangan sebuah alat yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi kadar amonia dalam nafas pasien," kata Andre.

Menariknya, alat ini telah diintegrasikan dengan teknologi terkini, termasuk IoT dan machine learning, yang didukung oleh dasar ilmiah yang kuat. Sehingga, inovasi ini bisa berpotensi menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita gagal ginjal kronis, sambil juga mengurangi beban sistem perawatan kesehatan.

Ketika ditanya tentang keunggulan alat yang mereka kembangkan, Taufik menyatakan bahwa meskipun telah ada prototipe serupa, alat yang dibuat oleh tim mahasiswa Unand adalah yang pertama di Indonesia. Alat ini memiliki sejumlah keunggulan, termasuk desain yang kompak, efisiensi, harga terjangkau, portabilitas, dan kemampuan untuk berfungsi sebagai alat deteksi yang terhubung dengan smartphone pasien melalui Internet of Things (IoT).

"Selain itu, alat ini juga berperan sebagai media pendidikan tentang kesehatan ginjal. Inovasi ini membawa potensi besar dalam upaya deteksi dini dan penanganan gagal ginjal kronis di Indonesia," kata Taufik.

Tags

Terkini