nasional

Mensos Risma: 42.940 Orang Disabilitas Tidak Sekolah Berharap Bisa di Fasilitasi Pemerintah

Senin, 18 September 2023 | 18:10 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini

NAWACITApost.com – Kementerian Sosial (Kemensos) berupaya agar semua masalah disabilitas yang ditanganinya bisa teratasi dengan baik. Terutama di bidang pendidikan terhadap anak-anak disabilitas yang berkebutuhan khusus.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pada jumpa pers di Kementerian sosial pada Senin, (18/09/2023). Risma menyampaikan penanganan pendidikan terhadap anak-anak disabilitas terus dilakukan baik melalui Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun Sekolah Inklusi.

Risma menjelaskan seperti halnya di Surabaya waktu Ia menjabat sebagai Walikota Surabaya telah menerapkan hampir seluruh SD di Surabaya telah dilakukan sekolah inklusi. Namun sekolah inklusi memiliki keterbatas guru yang mempunyai background pendidikan khusus karena anak didik sebagian besar pelajar normal.

"Namun tetap ada masalah karena semua guru tidak mempunyai background pendidikan inklusi artinya campur antara pelajar disambilitas dan normal, disurabaya sudah saya lakukan di SD dan SMP," ucap Risma.

Sekolah inklusi macam-macam yakni disabilitas Intelektual, Disabilitas Fisik, Disabilitas Netra, Disabilitas Tuna Wicara dan seterusnya. Penanganan ini harus memiliki treatment tersendiri dan dan tidak bisa disamakan semua. Jadi para guru pengajar di sekolah inklusi di berikan pembekalan ilmu pengetahuan atau pembekalan dalam penanganan disabilitas.

Bedanya dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) ini adalah program langsung Kementerian Sosial melalui balai yang dimilikinya disetiap daerah yang diperuntukan khusus kepada disabilitas dengan fasilitasi sesuai kebutuhan para anak-anak yang memiliki keterbelakangan.

Program kebutuhan khusus ini melalui SLB memfasilitasi para disabilitas supaya memiliki keterampilan dan mandiri dalam melakukan hal untuk dirinya sendiri, "suatu saat orang tuanya tidak bersama mereka, mereka sudah bisa mandiri, yang utama minimal untuk diri mereka sendiri," ungkap Risma.

Lanjut Risma, tercatat sebanyak 42.940 orang disabiltas yang belum sekolah dari umur 6 tahun sampai 18 tahun. Ia berharap agar pemerintah menjakau mereka untuk memberikan fasilitas pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMK berupa sekolah life skill supaya yang bersangkutan saat dia keluar sudah bisa mandiri untuk kehidupannya.

Salah satu contoh di Sulut yang mana satu keluarga ada 4 orang cacat dan 1 orang anak 8 tahun dengan kondisi normal. Keempat orang cacat tersebut di rawat anak 8 tahun, namun setelah di rawat dirumah sakit 1 bulan dan 1 bulan Balai Kemensos kita ajari, mereka sudah bisa beraktifitas sendiri.

Tags

Terkini