nasional

Skripsi Dorong Mahasiswa Miliki Mental Struggle

Jumat, 1 September 2023 | 10:50 WIB

NAWACITApost.com - Dosen STAI Al-Ma'rif Ciamis, Jawa Barat (Jabar) Machmud Yunus, tak setuju dengan kebijakan tak wajib membuat skripsi bagi S1 dan Sarjana Terapan. Disamping sarana dan prasarana belum memadai, menurut Machmud, sumber daya manusia (SDM) Indonesia juga belum siap dengan kebijakan tersebut.

"Pada dasarnya sebagai pendidik tidak setuju, karena pemerintah belum menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menciptakan produk inovasi terbarukan. Kemampuan SDM belum siap dengan kebijakan tersebut," kata Machmud, ketika dihubungi Nawacitapost.com, Jumat (1/9/2023).

Machmud lantas melihat tantangan dan peluang ketika kebijakan tersebut diterapkan di era destruktif, seperti sekarang ini. Kata dia, nilai positif yang bisa diambil dari kebijakan ini bahwa mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi, berupa produk sesuai dengan keilmuan masing-masing.

"Tapi harus didukung oleh sarana dan prasarana kampus agar bisa menghasilkan inovasi terbarukan," kata Machmud.

Menurut Machmud, pendidikan di negara maju bisa berinovasi dengan produk yang bermanfaat bagi keilmuan dan masyarakat secara maksimal karena daya dorong dari pemerintah yang maksimal.

Sedangkan, lanjut dia, tantangan dari kebijakan ini adalah kemampuan menganalisis terhadap sebuah keadaan dan kemampuan problem solving insan akademik akan tergerus. Sebab, skripsi diharapkan dapat menjadi produk dari perguruan tinggi yang akan menjadikan mahasiswa lebih bermental struggle.

"Mental juang akan menjadikan generasi akademik yang tangguh. Sehingga kemampuan menganalisis dan pantang menyerah menjadi modal SDM unggul menuju Indonesia golden age 2045," kata dia.

 

Tags

Terkini