NAWACITApost.com - Menteri Komunikasi, dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Beberapa tugas yang sudah ada di depan mata antara lain, percepatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT) dan penyelesaian proyek Base Transceiver Station (BTS).
“Kemkominfo ini gunung masalah. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan," kata Budi Arie, di Jakarta, Senin (17/1/2023).
Budi Arie menyampaikan, salah satu fokus yang harus dikebutnya adalah pengawasan ranah maya atau media sosial agar meminimalisir konten hoaks dan meresahkan jelang Pemilu 2024. “Pokoknya konten-konten yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat harus kita eksekusi," kata dia.
Mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) ini mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang dapat menghadirkan layanan data terdepan. Saat ini, sejumlah teknologi baru terus menghampiri, seperti blogging, blockchain, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), serta Internet of Thing (IoT).
Teknologi baru tersebut, kata Budi Arie, harus didukung kualitas layanan data yang stabil, dengan jaringan internet yang mumpuni. Selain itu, ia berharap masyarakat siap menghadapi tantangan kehadiran teknologi baru yang terus berdatangan di Indonesia.
"Seluruh dunia saat ini bersaing untuk menjadi negara terdepan dalam pengembangan ekonomi digital. Dan tugas kominfo itu untuk mendorong, menumbuhkan, mengakselerasi startup-startup yang bisa bersaing di tingkat regional," ujar Budi.
Untuk diketahui, Budi Arie Setiadi dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini (17/7/2023). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.