nasional

Akses Ditutup Tembok Hotel, Warga Bekasi Harus Lewat Got

Senin, 10 Juli 2023 | 12:05 WIB

NAWACITApost.com - Sebuah tembok setinggi 15 meter menutup akses menuju ke salah satu rumah warga Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sang pemilik rumah yang diketahui bernama Ngadenin (63) dan istrinya, Nur (56), terpaksa harus lewat got ketika hendak keluar rumah atau pulang.

"Akses satu-satunya kalau mau masuk ke rumah ini ya lewatnya got," ujar Ngadenin, dikutip Senin (10/7/2023).

Rumah Ngadenin itu berada di Jalan Raya Jatiwaringin, RT 03 RW 04, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Namun, rumah yang ditutup aksesnya sejak 3 tahun lalu itu, kini sudah tidak dihuni lagi.

Ngadenin mengaku sudah tinggal di daerah Pondok Gede sejak 1999 atau 24 tahun lalu. Semula, dia tinggal tepat di pinggir jalan raya. Bagian depan dibuat untuk berdagang sate dan tongseng. Sementara itu, rumahnya berada di bagian belakang, menyatu dengan kedainya.

Namun, selang beberapa lama kemudian, tetangga Ngadenin yang berjualan ayam bakar menjual lahannya ke pengusaha hotel. Ngadenin lalu dipaksa agar menjual lahannya kepada pihak hotel.

"Saya ditakut-takuti kalau enggak mau jual ke dia (pemilik hotel), nanti saya ditakut-takuti akan dikurung, ditutup (akses jalan) akhirnya saya nyerah," tutur Ngadenin.

Sedihnya, harga jual yang ditawarkan pihak hotel tidak seberapa. Ngadenin hanya bisa membeli rumah kecil yang tak jauh dari lokasi. "Ditawar harganya sangat sangat rendah, tidak sesuai kalau buat beli rumah pengganti enggak dapet, setengah saja enggak dapat," kata dia.

Selain Ngadenin, terdapat dua orang tetangganya yang bernasib serupa. Namun satu di antaranya telah menjual ke pihak hotel. Kini, hanya tersisa rumah Ngadenin dan Peni.

Ngadenin tidak lagi menempati rumahnya lantaran kondisinya sudah tidak layak huni. Begitu juga dengan Peni. "Tadinya ada tiga rumah, tapi sekarang hanya sisa dua, rumah saya dan Bu Peni. Rumah Pak Marno sudah dijual," kata Ngadenin.

 

Tags

Terkini