nasional

Perbedaan Threads dan Twitter, Siapa yang Lebih Unggul?

Jumat, 7 Juli 2023 | 16:15 WIB

NAWACITApost.com - Instagram baru saja meluncurkan layanan pesaing Twitter yang diberi nama 'Threads'. Dalam waktu hanya 2 jam beroperasi, Threads langsung mendapatkan sambutan hangat dari 2 juta pengguna.







Hal ini diungkapkan oleh CEO Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp), Mark Zuckerberg, melalui akun pribadinya di Threads. Dengan antusiasme yang tinggi dari pengguna, Zuckerberg menetapkan target yang ambisius, yaitu mencapai 1 miliar pengguna.

Twitter tampaknya perlu waspada dengan kehadiran Threads. Pasalnya, layanan ini diluncurkan pada saat Twitter sedang menghadapi berbagai kontroversi. Salah satunya adalah kebijakan baru yang diterapkan oleh Elon Musk untuk membatasi jumlah tweet harian yang dapat dibaca oleh pengguna.

Dengan kehadiran Threads, Instagram berpotensi menjadi pesaing yang kuat bagi Twitter. Layanan ini menawarkan fitur-fitur baru yang menarik, dan antusiasme awal dari pengguna yang tinggi menunjukkan bahwa banyak orang tertarik untuk mencoba dan menggunakan Threads.

Perbedaan Threads dan Twitter

1.  Akun Verfikasi

Pada Twitter, untuk mendapatkan centang biru, pengguna harus berlangganan terlebih dahulu. Namun, perlu diketahui bahwa cara mendapatkan centang biru di Twitter sedikit berbeda dengan platform lainnya, seperti Threads. Di Threads, pengguna akan langsung mendapatkan centang biru jika akun Instagram mereka telah terverifikasi.

2. Jumlah Karakter Threads

Peluncuran Threads juga dianggap sebagai strategi Mark Zuckerberg untuk mengkritik Twitter yang membatasi jumlah karakter dalam cuitan. Elon Musk hanya memperbolehkan pengguna untuk menulis teks dengan panjang maksimal 280 karakter. Namun, pengguna Twitter Blue dapat menuliskan teks hingga 25 ribu karakter. Di sisi lain, Threads memungkinkan pengguna menuliskan teks hingga 500 karakter dalam satu unggahan.

Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan antara Threads dan Twitter dalam hal batasan karakter. Dengan batas karakter yang lebih luas, pengguna Threads dapat mengekspresikan pikiran dan informasi dengan lebih rinci dan detail. Sebaliknya, pengguna Twitter harus mempersempit pesan mereka ke dalam 280 karakter yang terbatas.

3. Tanpa jumlah pengikut di Profil

Dalam antarmuka Threads, pengguna tidak dapat melihat langsung jumlah pengguna yang diikuti oleh pengguna lain di profil mereka. Jika pengguna benar-benar ingin mengetahui jumlah tersebut, mereka dapat membuka profil pengguna tersebut, mengklik jumlah pengikut (followers), dan menggeser ke kanan untuk melihat tab "following".

Perbedaan ini jelas dengan Twitter. Pada antarmuka profil Twitter, jumlah pengikut (followers) dan jumlah pengguna yang diikuti (following) ditampilkan secara berdampingan secara langsung.

Dengan demikian, Threads memberikan pengguna pengalaman yang sedikit berbeda dalam melihat informasi tentang jumlah pengikut dan pengguna yang diikuti oleh pengguna lain di platform tersebut.

4. Threads tanpa GIF

Sama seperti Twitter, Threads bisa membagikan foto, video, teks, dan link. Namun, Threads belum mendukung format GIF yang sudah lama tersedia pada Twitter.

 5. Fitur 'Hidden Words'

Threads memiliki fitur khusus yang memungkinkan pengguna untuk memblokir kata atau frasa tertentu. Dengan mengaktifkan fitur ini dan memasukkan kata-kata yang ditentukan, kata-kata terkait tidak akan muncul di linimasa pengguna.

Di Twitter, mekanisme serupa dapat dilakukan dengan menggunakan fitur "Mute" atau "Block". Namun, Twitter tidak memiliki alat khusus seperti "Hidden Words" di Threads.

Fitur "Hidden Words" pada Threads memberikan pengguna kemampuan untuk lebih mengendalikan konten yang mereka lihat dalam linimasa mereka. Dengan memblokir kata-kata tertentu, pengguna dapat memfilter dan menghindari konten yang tidak diinginkan atau yang mungkin mengganggu.

6. Timeline dan Trending Topik

Konten yang diunggah di Threads disebut sebagai "thread," sedangkan di Twitter dikenal dengan nama "tweet."

Threads memiliki satu timeline yang berisi thread dari akun yang diikuti dan juga thread yang direkomendasikan oleh algoritma. Namun, saat ini belum ada opsi untuk menampilkan thread secara kronologis atau tab following yang hanya menampilkan thread dari akun yang diikuti.

Berbeda dengan Twitter, yang memiliki dua tab yaitu Following yang menampilkan tweet dari akun yang diikuti secara kronologis, dan For You yang menampilkan tweet dari akun yang diikuti dan juga tweet yang direkomendasikan dengan susunan acak.

Saat ini, Threads belum memiliki fitur seperti Trending Topic yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui topik yang sedang hangat dibicarakan di platform tersebut.

7.  Cara Upload Konten


Pengguna Threads juga bisa membuat utas layaknya di Twitter. Caranya dengan menekan tombol enter di keyboard sebanyak tiga kali untuk menambahkan thread selanjutnya. Sementara itu di Twitter pengguna cukup menekan tombol + yang ada di sudut kanan bawah untuk menambahkan tweet selanjutnya.


Sedangkan saat diluncurkan, Threads belum memiliki fitur drafts untuk menyimpan thread yang sedang ditulis. Berbeda dengan Twitter yang sudah memiliki fitur drafts. Pengguna Twitter juga bisa menjadwalkan postingan tweet lewat web.








Tags

Terkini