nasional

Heboh! Sebabkan Kematian Pertama di Jepang, Apa itu Virus Oz dan Gejalanya?

Rabu, 28 Juni 2023 | 23:08 WIB
Apa itu Virus Oz dan Gejalanya?

NAWACITApost.com - Setelah berakhirnya virus Covid-19 mewabah di dunia, kini di Jepang tengah menghadapi wabah virus Oz yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Berdasarkan laporan NHK Japan, Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan bahwa seorang wanita meninggal akibat miokarditis atau radang otot jantung. Kejadian ini terjadi di Prefektur Ibaraki, yang terletak di utara Tokyo.

Kejadian itu berawal ketika  seorang wanita berusia sekitar 70 tahun tersebut mengunjungi rumah sakit dengan  keluhan demam dan kelelahan. Pada saat itu, ia menemukan bahwa seekor kutu menggigit paha bagian atasnya.

Hasil otopsi menyimpulkan bahwa wanita tersebut telah terinfeksi virus Oz. Virus ini pertama kali terdeteksi di Jepang pada tahun 2018 dan diketahui berasal dari jenis kutu keras tertentu. Penyebarannya terutama terjadi di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, serta daerah Jepang tengah dan barat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Maxi Rein Rondonuwu menyatakan virus Oz belum ditemukan di Indonesia.

Maxi juga menjelaskan tindakan mitigasi yang dapat dilakukan. Pasalnya, virus ini bersifat zoonosis atau ditularkan melalui hewan, yaitu satwa liar seperti monyet, rusa, tikus ke manusia. Jika menyerang manusia virus ini menyebabkan ensefalitis atau radang otak, penyakit demam, pneumonia, hingga kematian.

"Tindakan mitigasi yang dapat dilakukan adalah edukasi ke peternak tentang sanitasi yang baik di peternakan, mengenakan pakaian lengan dan celana panjang saat pergi ke daerah berumput atau semak-semak, dan menggunakan lotion anti serangga," ucap Maxi.

Apa Itu Virus Oz?

Virus Oz merupakan keluarga baru dari Thogotovirus yang ditemukan pada kutu. Menurut kutipan dari National Library of Medicine, virus ini memiliki potensi untuk menyebabkan infeksi yang mematikan pada tikus yang terinfeksi.

Virus ini, yang secara alami dapat menyerang manusia, pertama kali terdeteksi pada kutu jenis Amblyomma testudinarium di Jepang. Penemuan ini terjadi di prefektur Ehime pada tahun 2018.

Gejala Virus Oz

Belum ada informasi akurat mengenai gejala yang pasti dialami oleh pasien yang terpapar virus ini. Beberapa orang mungkin menunjukkan gejala yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat.

Namun, penting untuk diingat bahwa gejala yang parah hingga berujung pada kematian dapat terjadi pada orang yang terinfeksi virus Oz. Baru-baru ini, telah tercatat kasus kematian pertama seorang wanita setelah terpapar virus ini.

Tindakan pencegahan terbaik adalah menghindari kontak langsung dengan kulit saat berada di area yang menjadi habitat kutu pembawa virus Oz. Disarankan untuk menggunakan pakaian yang menutupi tubuh saat berada di hutan, semak-semak, dan area yang memiliki kemungkinan tinggi terdapat kutu.

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah gigitan kutu pembawa virus Oz, terutama pada musim gugur ketika aktivitas serangga meningkat.

Selain itu, penggunaan losion anti-serangga juga dapat membantu melindungi diri dari paparan virus ini.

Jika telah digigit oleh kutu yang diketahui sebagai pembawa virus Oz di Jepang, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Penting untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus ini.

Tags

Terkini