Bekasi, NAWACITAPOST.com – Komisi Perempuan BNKP Jemaat Marturia Bekasi dalam rangka HUT ke-56 dan masih dalam suasana hari Kartini, sukses menggelar perlombaan peragaan busana yang diikuti 12 peserta dari 7 lingkungan (Gloria, Anugerah, Imanuel, Efrata, Solomasi, Hosana, dan Sion), dilaksanakan usai ibadah, di ruang ibadah, Bekasi, Minggu (7/5/2023).
Baca Juga : Hebat! Dalam 6 Bulan Lingkungan 5 Solomasi BNKP Marturia Kembali Raih dua Juara Satu
Juga disambut gembira oleh jemaat yang hadir. Bahkan tak sedikit jemaat memberi dukungan kepada peserta yang mewakili lingkungannya, tetapi kebersamaan diantara jemaat tetap menjadi poin utama.
-
Ketua Komisi Perempuan BNKP Jemaat Marturia Bekasi Lianita Daeli biasa disapa Ina Roland, ketika dihubungi nawacitapost.com via WhatsApp, Minggu (7/5/2023) menuturkan, bahwa perlombaan peragaan busana ini dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus ulang tahun Komisi Perempuan (KOMPER) yang ke-56, mengingatkan kaum perempuan untuk mengenakan busana kebaya yang dahulu kala menjadi pakaian para Ibu-ibu pada setiap kesempatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai budaya yang patut dilestarikan, jelasnya.
Pendeta Jemaat BNKP Marturia Bekasi Pdt. C.E. Junarto Larosa, S.Th, ketika dihubungi nawacitapost.com via aplikasi WhatsApp, Minggu (7/5/2023) menyatakan. “Sangat diapresiasi dan bangga, Komisi Perempuan Marturia memiliki Jiwa nasionalis dan semangat perjuangan Kartini sangat menginspirasi kaum Wanita dizaman modern ini."
-
Adapun biodata singkat juri. Thara Aulya Hulu, wanita kelahiran Medan, 2 November 2004 tercatat sebagai mahasiswi President University Student di Cikarang Bekasi, selain pernah menjuarai Best Costume Ms. President University 2022, juga pernah menjadi juri dalam pemilihan Mr & Ms. President 2023.
Rosmelin Telaumbanua, wanita kelahiran Nias, 29 Mei 1973, berdomisili di Bekasi, selain sebagai guru, juga menjadi juri di sekolah dalam berbagai lomba.
Pdt. Citra Elman Junarto Larosa, pria kelahiran Nias 24 Juni 1982, selain sebagai pendeta BNKP Jemaat Marturia Bekasi, juga pernah menjadi juri diberbagai bidang lomba ; Koor ,Vocal Group, Vocal Trio, Vokal Solo, Tari Maena, dan Khotbah Mini.
Adapun Hasil dari lomba peragaan busana ini, Juara 1 Ernawati Hia (Ibu Ina Benayah Ndruru) lingkungan Solomasi, Juara 2 Jernih Krisna Ndraha (Ibu Ina Reisa Hulu) lingkungan Imanuel, dan Juara 3 Yosin Desrat Rosminda Duha (Ibu Ina Candra Maduwu) lingkungan Hosana.
-
Faigiziduhu Ndruru biasa dipanggil Ama Putri yang adalah jemaat BNKP Marturia Bekasi yang hadir dalam lomba peragaan busana nusantara kepada nawacitapost.com via aplikasi WhatsApp, Minggu (7/5/2023) menyampaikan, "kegiatan seperti ini sangat baik jika dilaksanakan secara rutin kedepan. Komisi Perempuan Marturia adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan semangat perempuan Indonesia yang saat ini terus memperkuat budaya nusantara sebagai budaya kebanggaan Indonesia. Busana kebaya adalah ciri khas busana Indonesia yang telah diteladankan oleh R.A. Kartini dan diwariskan kepada generasi setelahnya. Ancaman budaya dalam negeri sangat luar biasa dengan kemudahan mengakses informasi melalui sosial media akhir-akhir ini. Jika tidak berusaha mempertahankan budaya nusantara maka dalam waktu yang sangat cepat bisa ditinggalkan oleh generasi milenial bahkan generasi Z saat ini dan kedepan."
-
Koordinator Lingkungan Lima (5) Solomasi Noverlin Harefa ketika dihubungi nawacitapost.com via aplikasi WhatsApp, Minggu (7/5/2023) menyambut baik dan senang atas prestasi lingkungan Solomasi dalam meraih juara satu dari berbagai lomba yang diadakan oleh BNKP Jemaat Marturia Bekasi dalam enam bulan terakhir ini, tuturnya.
“Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi pelayanan yang berbuah semangat kebersamaan diantara warga lingkungan Solomasi. Namun berharap agar tradisi juara satu ini tidak membuat kesombongan, melainkan kesungguhan untuk terus mengasah bakat dan talenta agar terus ditingkatkan diwaktu yang akan datang,” tegasnya.
Tidak lupa mengingatkan agar kekompakkan dan kebersamaan yang memiliki motto "Solomasi tidak juara tidak apa-apa" diwujudkan sebagai semangat keakraban diantara sesama lingkungan di Marturia Bekasi. Karena pada akhirnya juara yang sesungguhnya adalah Marturia, pungkas Noverlin biasa dipanggil Ama Elsa.