nasional

Yasonna H Laoly Serap Aspirasi Warga Medan untuk Perkuat Demokrasi Pancasila  

Sabtu, 14 Desember 2024 | 09:54 WIB
Yasonna Laoly untuk bersilaturahmi dengan konstituen di daerah pemilihannya, Sumut I. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Anggota DPR RI, Yasonna H. Laoly, menggelar pertemuan untuk menyerap aspirasi masyarakat di Christian Centre, Medan, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2024. Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini menjadi momen berharga bagi Yasonna untuk bersilaturahmi dengan konstituen di daerah pemilihannya, yakni Sumut I.

Dalam forum tersebut, Yasonna menyampaikan pentingnya memperkuat sistem Demokrasi Pancasila. Ia menekankan bahwa menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.

“Sistem Demokrasi Pancasila adalah sistem yang mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sistem ini mengutamakan prinsip-prinsip musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial, sesuai dengan budaya dan karakter masyarakat Indonesia,” ujar Yasonna.

Ia menjelaskan bahwa Demokrasi Pancasila memiliki ciri khas yang membedakannya dari sistem demokrasi lain. Pertama, kedaulatan rakyat menjadi prinsip utama, di mana kekuasaan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sesuai UUD 1945. Kedua, pengambilan keputusan dalam sistem ini harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Yasonna H. Laoly, menggelar pertemuan untuk menyerap aspirasi masyarakat. (Istimewa)

Yasonna juga menyoroti pendekatan musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan, yang menjamin keterlibatan semua pihak secara adil. Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia juga menjadi prinsip yang dipegang teguh, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, ia menegaskan bahwa gotong royong adalah landasan kerja sama masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Ciri lain yang diangkat adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban, di mana Demokrasi Pancasila mengajarkan hubungan harmonis antara hak individu dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sistem ini juga menolak ekstremitas individualisme yang sering ditemukan dalam Demokrasi Liberal, maupun kolektivisme mutlak dalam Demokrasi Sosialis. Sebaliknya, Demokrasi Pancasila menempatkan keharmonisan antara individu, masyarakat, dan negara sebagai prioritas utama.

Dalam implementasinya, Yasonna menegaskan bahwa Demokrasi Pancasila dijalankan berdasarkan konstitusi, yaitu UUD 1945. Lembaga-lembaga negara seperti DPR, MPR, dan Presiden, menjalankan tugasnya sesuai prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila. Ia menyebutkan bahwa salah satu bentuk nyata dari implementasi tersebut adalah otonomi daerah, yang memberikan kebebasan kepada daerah untuk mengatur urusan sesuai aspirasi masyarakat setempat.

Baca Juga: Penghormatan Yasonna Laoly untuk Torowa Daely, Sahabat Sejati yang Penuh Dedikasi  

Mengenai pelaksanaan Pemilu, Yasonna mengakui bahwa meski prosesnya telah berjalan dengan baik, masih ada tantangan yang perlu diselesaikan ke depannya. Pemilu, menurutnya, adalah pesta demokrasi rakyat Indonesia untuk memilih wakil-wakilnya, termasuk kepala daerah hingga Presiden dan Wakil Presiden.

“Netralitas aparatur negara dan aparatur sipil negara sangat diperlukan agar pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik, menghasilkan keterwakilan yang tepat, dan memunculkan pemimpin terbaik bagi bangsa ini,” ujar Yasonna.

Acara ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama. Para peserta tampak antusias berpartisipasi, menciptakan suasana hangat yang penuh harapan untuk masa depan bangsa. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat serta mendorong pembangunan demokrasi yang lebih matang di Indonesia.

 

Tags

Terkini