nasional

Kisah Inspiratif Nia Kurniasih: Memulai Usaha dari Pelatihan Memasak di Sentra Kreasi ATENSI (SKA)

Jumat, 17 Maret 2023 | 11:08 WIB
Nia Kurniasih (37), seorang eks pekerja migran asal Banjar

Jakarta, NAWACITApost.com – Nia Kurniasih (37), seorang eks pekerja migran asal Banjar, kini menjadi pelaku usaha kuliner sukses di Jakarta. Ia mampu mencukupi kebutuhan hidupnya beserta kedua anaknya dengan menjual nasi sambal dan berbagai pilihan lauk dan lalapnya di Sentra Kreasi ATENSI (SKA) “Handayani” di Jakarta.

“Alhamdulillah, sejak kembali ke Indonesia pada Maret 2022 lalu, dan diajak tinggal di sentra, saya mampu mencukupi kebutuhan hidup saya dan dua anak saya di sini lewat usaha (kuliner) di SKA,” ujar wanita asal Banjar ini.

Sebelumnya, Nia menjadi pekerja migran di Arab Saudi sejak tahun 2019. Namun, kasus rudapaksa yang menimpa anak sulungnya di Pangandaran memantapkan hatinya untuk pulang ke Indonesia dan merawat kedua putrinya sendiri.

“Suami saya meninggal tahun 2019, 7 bulan setelah saya bekerja di luar negeri. Sejak saat itu, 2 anak saya ikut keluarga almarhum suami saya di Pangandaran. Saya dengar kejadian yang dialami anak saya dari uwak (tante)nya,” ujarnya.

Kedua putrinya kemudian dibawa ke Sentra “Handayani” di Jakarta oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Februari 2022. Di sentra ini, anak sulungnya diberikan pelayanan rehabilitasi sosial, sedangkan Nia diberikan ruang dan modal usaha oleh Kemensos serta diberikan pelatihan memasak.

Dari pelatihan ini, Nia makin menguasai berbagai resep makanan. Ia pun mulai menerima pesanan segala jenis makanan dengan jumlah besar maupun kecil, seperti nasi kuning, bubur, sampai macam-macam rebusan. Jumlah pesanan yang diterimanya pun semakin meningkat dari waktu ke waktu.

“Pelatihan masak waktu itu di Sentra “Mulya Jaya” di Jakarta, selama 4 hari dari 20-23 Agustus 2022. Dilatih berbagai resep masakan, termasuk cara penyajiannya. Alhamdulillah sih, jadi dapat pengalaman dan ilmu-ilmu baru dari pelatihan memasak,” ungkapnya.

Dibandingkan dengan pendapatannya saat bekerja di Arab Saudi, Nia menyatakan bahwa penghasilannya sekarang lebih stabil. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ia tetap meladeni pelanggan yang memesan nasi sambal dengan beragam pilihan lauk dan lalapnya dari pagi hingga siang hari. Selain itu, ia juga menerima pesanan berupa box catering dan olahan makanan lainnya.

Dengan bekerja di negeri sendiri, Nia juga mengungkapkan hatinya jauh lebih tenang lantaran sambil mengais rejeki, dia tidak perlu khawatir anak jauh dari pandangan matanya.

“Pesennya Bu Menteri dulu juga begitu. Sebelum sukses, jangan pulang dulu. Ibu yang sabar. Tunjukkan bahwa Bu Nia itu bisa menghidupi anak-anak, walaupun sendiri. Nanti, setelah sukses, silakan aja, mau ke pulang ke kampung halaman, mau ke mana, yang penting Bu Nia sukses dulu,” katanya mengingat kembali pesan Mensos kepadanya.

Tags

Terkini