Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Seharusnya Jakarta berkurang titik banjirnya, bila Anies menyelesaikan sodetan sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).
Baca Juga : Di Tangan Pj Gubernur Jakarta Heru, Impian yang Tertunda Akan Jadi Nyata
Anies, diduga sengaja tak mau melakukan pekerjaan yang digagas Jokowi. Mungkin, masih belum terimanya, ia dicopot dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2014 -2016), menjadi pangkal proyek pengurangan banjir Jakarta tak dilaksanakan.
Anies malah melakukan royek sumur resapan di jalan-jalan, sehingga bukan mengurangi banjir, tetapi bertambah banjir meluas, dan membuat para pengendara yang melintas di sumur resapan celaka.
Kini, ditangan Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono, sodetan yang berjarak 1300 meter, pada April 2023 selesai dikerjakan dan difungsikan. Pembebasan lahan, yang menerapkan ganti untung diberikan penuh kepada warga yang terdampak.
Presiden Jokowi pun dibuat kagum oleh cara kerja Heru. “Saya, tidak tahu pendekatan apa, yang dipakai Pj Gubernur Jakarta Heru dalam pembesan lahan, selama 1,5 bulan kepada warga,” tambah Jokowi yang raut mukanya gembira, dan menunjuk Heru kepada media, di lokasi pengerjaan sodetan sungai Ciliwung.
Jokowi pun menambahkan serta menegaskan. "Karena ini dari sungai Ciliwung kalau sudah dibuka siaga empat ini akan mengurangi 33 meter kubik per detik. gede banget. Kemudian kalau pada siaga satu sebanyak 63 meter kubik per detik. Karena saluran kanan 3,2 meter kiri terowongan 3,25 meter sepanjang 1,3 km. Kalau nanti sudah berfungsi akan mengurangi banjir di Jakarta.”
Jadi, selama 5 tahun memimpin Jakarta, Anies hanya membaca, sodetan sungai Ciliwung, tanpa mau mengerjakannya. Padahal, bila dikerjakan bakal Capres NasDem ini akan dikenang sebagai bapak pengendali banjir Jakarta, karena tidak mau mengerjakan, maka sebutan bapak politik identitas cocok disematkan padanya.