Mentawai, NAWACITAPOST.COM - Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Zainal Arifin beserta rombongan datang langsung untuk mengunjungi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdampak bencana akibat gempa bumi 6,5 SR.
Baca Juga: BNPB Bersama Stakeholder Berkolaborasi Dalam Pemulihan Sarana Prasarana Vital Berbasis Sistem Klaster
BNPB melakukan gerak cepat untuk memberikan penanganan darurat bencana, terutama pada masyarakat yang terdampak bencana yang saat ini berada di pengungsian.
“Bapak Direktur DID BNPB, Zainal Arifin hadir langsung menyerahkan bantuan. Sebelum penyerahan bantuan secara resmi, beliau beramah tamah dengan pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Mentawai dan Forkompimda Mentawai sekaligus dilangsungkan rapat penanganan dampa bencana,” tulis Kasubdit Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budhi Erwanto kepada media ini, Rabu (31/8).
Serah terima bantuan BNPB berupa logistik kepada masyarakat Mentawai yang terdampak bencana berlangsung di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai di Tua Pejat.
Direktur DID, Zainal didampingi Kasubdit Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budhi Erwanto kepada Pj Bupati Mentawai Martinus Dahlan mengharapkan Pemkab Mentawai menginventarisasi kebutuhan penanganan dan bantuan serta penanganan pasca bencana.
Kepulauan Mentawai merupakan salah satu wilayah yang tingkat IRBI (Indeks Risiko Bencana Indonesia) masih sangat tinggi sehingga perlu penguatan terhadap masyarakat yang tangguh bencana.
Saat ini penanganan untuk ke lokasi pasca bencana masih terhambat melaui transportasi laut di karenakan kondisi cuaca.
Sementara itu Pj Bupati Mentawa Martinus Dahlan memaparkan penanganan dampak gempa berkekuatan 6,1 SR pada 29 Agustus 2022 dengan pusat Segmen Megathrust Mentawai-Siberut, Selasa, saat ini sudah dilaksanakan semaksimalnya.
‘Dari laporan yang diterima kerusakan berat terdapat pada Sekolah Dasar Negeri 11 Simalegi dan kerusakan sedang terdapat pada Gereja Santo Petrus di Simalubbeg. Sementara, untuk sarana kesehatan yang mengalami kerusakan, sebuah Puskesmas di Desa Sigapokna dimana dindingnya retak dan plafonnya roboh.” ungkap Martinus saat rapat seperti yang dikutip Budhi Erwanto.
Pada kesempatan itu Martinus menyebut, Pemkab Mentawai telah menginstruksikan kepadak Kalak BPBD untuk mempersiapkan kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian seperti logistik, tenda, lampu penerangan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.