nasional

Bappedalitbang Kabupaten Blitar Mendukung Sanitasi Bersih, Perkuat Program ‘BLITAR BISSA’

Sabtu, 9 November 2024 | 20:26 WIB

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar terus berupaya mempercepat pembangunan di sektor sanitasi melalui program ‘BLITAR BISSA’ (Blitar Bersinergi Implementasikan Strategi Sanitasi Aman). Program Blitar BISSA untuk memperkuat implementasi strategi ini. Bappedalitbang Kabupaten Blitar menggelar Coaching Clinic 4 dan Monitoring Evaluasi (Monev) Uji Coba Model Layanan Skala Terbatas pada Selasa (29/10/2024). Kegiatan tersebut diadakan di Ruang Rapat Candi Simping, Setda Kabupaten Blitar.

Peningkatan Pelayanan Sanitasi Menjadi Prioritas

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME, menjelaskan bahwa dalam percepatan pembangunan sektor sanitasi, termasuk pengelolaan air limbah domestik dan persampahan, menjadi kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi. “Melalui program ‘BLITAR BISSA’, kami berkomitmen untuk memperbaiki layanan sanitasi di Kabupaten Blitar secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan,”jelasnya.

Dalam Strategi ini diwujudkan melalui dua paket kebijakan utama, yaitu BISSA IPLT (Intensifkan Pengelolaan Air Limbah Terpadu) dan BISSA TPST (Terapkan Pengelolaan Sampah Terpadu). Kedua paket kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi, terutama di wilayah pedesaan.

Kolaborasi Pokja PKP dan Dukungan TAPD

Kegiatan Coaching Clinic 4 ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Drs. Izul Marom, M.Sc., selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Beliau menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mendukung alokasi anggaran sanitasi melalui APBD.

“Melalui sinergi dengan Pokja PKP, kami telah menyusun program dan kebutuhan pendanaan secara matang. Ini merupakan langkah konkrit untuk memastikan bahwa program sanitasi yang pro-rakyat dapat berjalan optimal,” kata Rully Wahyu Prasetyowanto.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Pokja PKP Provinsi Jawa Timur, Bappeda Provinsi, serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Kabupaten Blitar dalam mengimplementasikan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).

Monev di Dua Lokasi: Wonodadi dan Gandusari

Sebagai bagian dari tahapan Milestone-3, tim Bappedalitbang melaksanakan Monitoring dan Evaluasi di dua lokasi berbeda:

Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi
Lokasi ini menjadi percontohan pelaksanaan kolaborasi paket kebijakan sanitasi air limbah domestik seperti Pak Bas (Pembangunan Kolaboratif untuk Blitar Aman Sanitasi), Sat Set (Sadar Terjadwal Sedot Tinja), dan Senja Bahari (Sedot Tinja dan Jamban Sehat Mandiri).

“Di Desa Wonodadi, kami melihat kolaborasi yang baik antara masyarakat, wirausaha sanitasi, serta kader sanitarian puskesmas setempat. Mereka berperan sebagai Demand Activator untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang sehat,” jelasnya.

TPS3R Semen Asri Makmur, Desa Semen, Kecamatan Gandusari

1.TPS3R ini merupakan bagian dari kebijakan persampahan Bakol Sate (Pembangunan Kolaboratif Sampah Terpadu) dan Blitar Resik (Blitar Reduksi Sampah). Meskipun baru beroperasi beberapa bulan, TPS3R ini telah berhasil mengelola sampah dari puskesmas, tempat wisata, dan bank sampah setempat.

Halaman:

Terkini