nasional

Strategi Indonesia Hadapi Ancaman di Laut China Selatan  

Rabu, 23 Oktober 2024 | 20:39 WIB
Seminar bertajuk "Kerentanan Natuna dalam Kompleksitas Ancaman di Laut China Selatan dalam Hubungan Strategis Indonesia – China". (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Indonesian Maritime Security Initiative (INDOMASIVE) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia dan Program Studi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyelenggarakan seminar bertajuk "Kerentanan Natuna dalam Kompleksitas Ancaman di Laut China Selatan dalam Hubungan Strategis Indonesia – China". Acara ini berlangsung secara hybrid pada Kamis (21/10) dari Kampus Pascasarjana Unhan RI, Jakarta Pusat.

Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKN, Brigjen TNI Ir. Kristijarso, S.I.P., M.M., bersama Kepala Program Studi Magister Keamanan Maritim, Kolonel Laut (KH) Dr. Panji Suwarno, S.E., M.Si., CIQnR, melalui keynote speech dengan tema "Kerentanan Natuna dalam Kompleksitas Ancaman di Laut China Selatan dalam Hubungan Strategis Indonesia – China."

Acara ini menghadirkan narasumber seperti Ketua Dewan Guru Besar Unhan RI, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, S.Sos., M.M., Broto Wardoyo, Ph.D., Dosen Senior Hubungan Internasional Universitas Indonesia, dan Johanes Herlijanto, Ph.D., Dosen Universitas Pelita Harapan sekaligus Ketua Forum Sinologi Indonesia, dengan moderator Ristian Atriandi Supriyanto, M.Sc., Dosen Hubungan Internasional FISIP UI.

Dalam sambutannya, Brigjen Kristijarso menyoroti tantangan strategis Natuna di Laut China Selatan, termasuk peningkatan kehadiran militer Cina yang mengancam kedaulatan Indonesia dan aktivitas ilegal seperti penangkapan ikan yang merugikan ekosistem dan perekonomian lokal. Diplomasi proaktif dan penguatan pengawasan maritim menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman ini.

Baca Juga: Ketua DPD HIMNI Riau Apresiasi Penangkapan Pelaku Penganiayaan Warga Nias oleh Polres Rohul

Pembicara utama, Laksamana (Purn.) Prof. Marsetio, menekankan pentingnya kebijakan luar negeri bebas aktif yang memungkinkan Indonesia menjaga kedaulatannya tanpa memihak pada negara besar seperti Amerika Serikat dan Cina.

Sementara itu, Broto Wardoyo, Ph.D., menjelaskan dampak hubungan strategis Indonesia-Cina terhadap tindakan Indonesia di Laut China Selatan. Dr. Johanes Herlijanto juga memberikan pandangan mendalam tentang sikap Cina terhadap Natuna dan Laut China Selatan, serta bagaimana perubahan perilaku negara tersebut memengaruhi stabilitas kawasan.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Asisten Operasi Koarmada RI, Laksamana Pertama TNI Heri Wibowo, Direktur Pascasarjana Unhan RI, Laksamana Muda TNI Dr. Bambang Irwanto, dan berbagai akademisi serta perwakilan dari TNI AL, BRIN, dan media. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh Dekan FKN Unhan RI, diwakili Brigjen TNI Kristijarso, yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

Tags

Terkini