nasional

Dukungan Lintas Sektor, Bappedalitbang Gelar FGD Asessment Kebijakan Untuk Air Minum Dan Sanitasi Aman Di Kabupaten Blitar

Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:49 WIB

NAWACITAPOST.COM - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Assessment Kebijakan untuk Air Minum dan Sanitasi Aman. Acara FGD ini Asessment Kebijakan untuk Air Minum dan Sanitasi Aman di Kabupaten Blitar yang diikuti oleh unsur perangkat daerah terkait bidang air minum dan sanitasi serta sektor swasta WASH formal dan informal, pada Kamis (17/10/2024), dilaksanakan di Hotel Santika Blitar.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto menyampaikan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan layanan air minum dan sanitasi di Kabupaten Blitar. Focus Group Discussion bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan kebijakan daerah yang dapat mendorong sektor swasta berinvestasi lebih besar dalam layanan air minum dan sanitasi.

“Melalui Focus Group Discussion, Rully berharap mendapatkan masukan yang signifikan dari sektor swasta terkait kebijakan yang dibutuhkan untuk mendorong investasi dan bisnis di bidang air minum dan sanitasi. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan agar kita bisa mencapai target akses air minum dan sanitasi yang lebih luas dan aman di Kabupaten Blitar,”jelasnya.

Ia menambahakan, saat ini, capaian akses air minum aman di Kabupaten Blitar masih berada di angka 3,54%, sedangkan akses layak mencapai 89,70%. Di sisi lain, akses aman untuk sanitasi baru mencapai 1,62%, sementara akses layak tercatat sebesar 88,55% (data LKPJ 2023). Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya mempercepat peningkatan akses melalui berbagai program, salah satunya adalah Program USAID IUWASH Pasar.

Program ini, yang berlangsung dari 2023 hingga 2028, bertujuan untuk menumbuhkan pasar lokal bagi produk dan layanan WASH, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang aman. Kabupaten Blitar telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi dampingan program ini berdasarkan surat keputusan dari Kementerian PPN/Bappenas.Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mencapai target akses air minum dan sanitasi yang aman.

Tujuan pelaksanaan FGD ini antara lain :
1. Memahami kebutuhan, tantangan, dan peluang sektor swasta dalam memperluas partisipasi di pasar WASH.
2. Mengidentifikasi umpan balik dan respons pemerintah daerah untuk memperbesar keterlibatan sektor swasta.
3. Memfasilitasi kesepakatan mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam enam bulan ke depan,"ungkapnya.

Rully menjelaskan, dari hasil FGD ini nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memperkuat regulasi dan kebijakan daerah, dengan dukungan Program USAID IUWASH Pasar, guna mendorong investasi dan bisnis di bidang pengelolaan air minum dan sanitasi.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan dukungan dari USAID IUWASH Pasar, Kabupaten Blitar berharap mampu mempercepat peningkatan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat,"pungkasnya.

Penulis : Frins Maurins

Terkini