nasional

Kabar Gembira : Presiden Jokowi Perbolehkan Masyarakat Lepas Masker Di Ruangan Terbuka

Selasa, 17 Mei 2022 | 20:32 WIB
Presiden Jokowi. Foto : Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Jakarta, NAWACITAPOST.COM –Satu minggu sebelum lebaran (Senin, 25 April 2022) Presiden Jokowi telah mengeluarkan pernyataan, bahwa Indonesia akan lepas masker pada akhir Oktober 2022.  Hal itu disampaikan Jokowi, setelah mudik diperbolehkan.

Baca Juga : Singgah di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Takziah ke Keluarga Presiden Uni Emirat Arab (UEA)


Ini kabar gembira dan patut diapresiasi, walaupun melepas maskernya masih di ruangan terbuka, ujar netizen dalam kolom komentarnya di media sosial yang dikelola Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022)

Syarat pun diberlakukan untuk yang mau mudik, harus vaksin booster, dan vaksin kedua (harus dites antigen). Warga menyambutnya dengan gembira. Diprediksi warga yang mudik 85 juta jiwa.

Setelah mudik dan arus balik selesai. Pembantu Presiden, terutama menteri Kesehatan melaporkan ke Jokowi sembuh, positif dan meninggal karena covid-19 bisa dikendalikan, dan vaksin booster terus mengalami peningkatan.

Sepulangnya lawatan dari Amerika. Melalui  YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022) Presiden mengeluarkan pernyataan resminya, yaitu masyarakat diperbolehkan untuk melepas masker saat beraktivitas diluar ruangan. Hal ini setelah memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali.

"Maka perlu saya menyampaikan beberapa hal. Yang pertama pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Jokowi memperbolehkan masyarakat untuk melepas masker saat beraktivitas diluar ruangan atau area terbuka yang tidak padat. Namun, harus tetap memakai masker saat di ruangan tertutup dan menggunakan transportasi publik.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin seperti negara-negara lain yang langsung melakukan kebijakan melepas masker. Menurutnya, pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi selama enam bulan ke depan.

Presiden menambahkan bahwa ada sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan. Menurutnya, pemerintah juga memiliki sejumlah pengalaman saat menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta maupun Omicron.

"Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Apapun, kita punya pengalaman saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan itu tetap harus," tandasnya.

Tags

Terkini