nasional

Daftar 5 Pengembang Properti dengan Pendapatan Teratas di Semester I-2024

Selasa, 24 September 2024 | 14:40 WIB
Sejumlah proyek milik pengembang properti ternama, Pakuwon Group jadi primadona. (X)

NAWACITAPOST.COM - Para pengembang properti di Indonesia berlomba mencapai target kinerja mereka pada tahun 2024, di tengah tantangan ekonomi global yang berfluktuasi. Inovasi terus dilakukan, baik melalui pengembangan hunian maupun properti komersial, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 92 pengembang properti terdaftar di bursa saham. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya berada di papan pencatatan utama BEI, dan mereka semua telah melaporkan kinerja keuangan untuk periode semester pertama 2024.

Berdasarkan laporan tersebut, beberapa pengembang berhasil mencatatkan pendapatan yang signifikan. Berikut ini adalah lima emiten properti dengan pendapatan tertinggi pada semester I-2024:

1. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Lippo Karawaci, anak perusahaan dari Lippo Group, menjadi pemimpin dalam hal pendapatan pada semester I-2024 dengan total pendapatan neto sebesar Rp 7,94 triliun. Namun, pendapatan ini sedikit menurun 0,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang mencapai Rp 7,95 triliun.

Baca Juga: Dua Raksasa Properti Catatkan Kerugian di Semester I-2024

Sumber utama pendapatan Lippo Karawaci berasal dari sektor pengembangan real estate sebesar Rp 2,29 triliun, layanan kesehatan sebesar Rp 5,05 triliun, dan sektor gaya hidup (lifestyle) senilai Rp 652,4 miliar.

2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Pengembang BSD City ini menempati posisi kedua dengan pendapatan usaha yang mencapai Rp 7,35 triliun pada semester I-2024. Capaian ini meningkat signifikan sebesar 46,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagian besar pendapatan BSDE berasal dari penjualan tanah, bangunan, dan strata title sebesar Rp 6,44 triliun, yang menyumbang sekitar 87,70 persen dari total pendapatan. Segmen sewa menyumbang Rp 468,71 miliar atau sekitar 6,38 persen, sementara pengelolaan gedung berkontribusi sebesar Rp 189,58 miliar atau 2,58 persen.

3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Summarecon Agung mencatatkan kenaikan tajam dalam pendapatan selama enam bulan pertama 2024, mencapai Rp 5,67 triliun. Angka ini meningkat 89,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 2,99 triliun.

Baca Juga: 5 Pengembang Properti Terbesar Indonesia di Akhir 2024, Ada Ciputra Group

Segmen pengembangan properti menyumbang Rp 4,17 triliun. Sementara segmen properti investasi menyumbang Rp 1,05 triliun. Sisanya berasal dari sektor lain-lain sebesar Rp 444,01 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini