nasional

Fungsi Rapor Pendidikan yang Berisi Hasil Asesmen Nasional

Rabu, 13 April 2022 | 15:00 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan kanal Rapor Pendidikan Indonesia pada Episode Merdeka Belajar ke-19.

Nadiem mengatakan, Rapor pendidikan Indonesia adlah hasil Asesmen Nasional (AN) yang menggantikan ujian nasional dan analisis data lintas sektor bagi setiap sekolah dan pemerintah daerah.

AN berfokus terhadap kompetensi literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran efektif.

Fungsi Rapor Pendidikan Indonesia

Mengutip dari media sosial Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek, berikut fungsi Rapor pendidikan:

  1. Referesnsi utama analisis, perencanaan, dan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

  2. Sumber data yang objektif dan dapat dipercaya karena laporan diberikan secara otomatis dan terintegrasi.

  3. Instrument untuk mengevaluasi sistem penidikan dengan menyeluruh, baik dalam hal evaluasi internal ataupun eksternal.

  4. Sebagai alat ukur yang berorientasi terhadap mutu serta pemerataan hasil belajar.

  5. Kanal penyajian data yang terpusat, sehingga tidak perlu memakai berbagai aplikasi. Rapor Pendidikan akan meringankan beban administrasi.


Asesmen Nasional yang diselenggarakan pada 2021 lalu itu dilakukan atas 259 ribu sekolah, kepada lebih dari 3,1 juta guru, serta 6,5 juta siswa. Siswa yang disasar adalah dari jenjang SD sampai SMA sederajat.

Berdasarkan AN tahun kemarin, tercatat 1 dari 2 murid belum menanggapi kompetensi minimum literasi. Di sektor numerisasi tercatat 2 dari 3 belum mencapai kompetensi umum.

Di sektor survei karakter,  beberapa hal yang diukur adalah sikap, kebiasaan, dan nilai siswa yang mencerminkan profil belajar Pancasila. Hasil dari skor yang paling tinggi adalah iman, takwa, akhlak mulia, dan kreativitas peserta didik.

Untuk kemandirian dan kebhinekaan global relatif rendah. Masih banyak peserta didik yang belum bisa memotivasi diri secara mandiri.

Berdasarkan sektor survei  lingkungan, perundungan dan kekerasan seksual masih tinggi. Ada 24,4 persen siswa mengalami perundungan dan 22,4 persen murid menjawab ‘pernah’ untuk potensi insiden kekerasan seksual.

 

Tags

Terkini