Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) tidak akan jadi partai politik (Parpol), tetapi organisasi masyarakat (Ormas). Demikian penjelasan tegas dosen UI, Ade Armando sang penggagas PIS kepada media usai acara, Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Baca Juga : Jokowi Sukses dan Berhasil di IKN dan MotoGP Mandalika, SBY Semakin “Mangkrak dan Terpuruk’
PIS ini hadir dan bertumbuh dari pergerakan elemen masyarakat, tanpa terafiliasi kepentingan politik tertentu, tutur Ade yang juga pengasuh acara Logika Ade Armando di Chanel YouTube, Cokro TV.
Acara ini terbuka bagi siapa saja, makanya berbagai partai diundang dalam deklarasi PIS. Sebab kita tidak berpikir dan tidak mengarahkan, PIS ini menjadi Parpol, jelas Ade.
Salah satu yang masuk PIS, politisi PDI-P Rieke Diah Pitaloka. Masuknya Rieke, ucap Ade, wajar. Menurutnya, Rieke tidak punya niat untuk mendongkrak elektabilitasnya ataupun PDI-P, parpol tempatnya bernaung.
Pokoknya PIS ini terbuka buat semua politisi dan siapapun dia, selama dia tidak memperjuangkan untuk mendorong misalnya tingkat elektabilitas parpolnya, tandasnya.
Terkait acara ini, deklarator PIS, Ade Armando juga mengundang manajemen PT Media Nawacita Indonesia (Nawacitapost.co, Nawacita TV).
Bahkan Direktur Utama nawacitapost.com, Otoli Zebua usai acara PIS menegaskan, menyambut baik dan mendukung Langkah PIS untuk semua, karena ITULAH INDONESIA yang berbeda bahasa, suku, agama, budaya, tetapi tetap satu dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Hal senada juga disampaikan Komisaris Utama nawacitapost dan nawacita TV yang bernaung di bawah panji PT Media Nawacita Indonesia, Faigiziduhu Ndruru di tempat acara deklarasi PIS, menyatakan bahwa Ormas PIS ini harus kita dukung penuh, bagi masyarakat yang cinta 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan cinta NKRI).
Acara ini juga dihadiri sejumlah kalangan mulai dari tokoh nasional, Artis dan pengusaha.
Yang jelas dan pasti, selama Anda adalah orang-orang peduli pada keberagaman nasionalisme, kebangsaan, yuk kita sama-sama berjuang, ujarnya.
Dengan adanya PIS, semakin membuat kelompok anti toleran dan radikal ruang geraknya dipersempit, dan terpojok.