nasional

Risma Ungkap Alasan Maju di Pilkada Jatim 2024

Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:21 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini akhirnya memutuskan untuk maju sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur 2024. Keputusan ini, menurut Risma, bukanlah sesuatu yang diambil dengan mudah.

Ia menyatakan bahwa keputusannya merupakan bukti ketaatannya pada arahan partai politik dan dukungan yang diberikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Risma mengakui bahwa dirinya sempat ragu dan berusaha untuk menghindar dari pencalonan. "Saya tidak berani meminta, sampai akhirnya di titik terakhir baru diputuskan. Justru saya menghindar, karena memimpin satu provinsi itu tidak mudah," ujar Risma,

Namun, dukungan dari Megawati dan PDIP akhirnya membuatnya bersedia menerima pencalonan ini. Dengan pengalaman sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode dan kini menjabat sebagai Menteri Sosial, Risma merasa terpanggil untuk berkontribusi lebih bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. "Niat saya ingin membantu masyarakat Jawa Timur agar lebih sejahtera," tegas Risma.

Baca Juga: Andika Perkasa Santai Hadapi Operasi Senyap di Pilkada Jateng 2024

Pada Kamis malam (29/8/2024), Risma bersama pasangannya, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Timur.

Sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, mereka menyadari besarnya tanggung jawab yang akan diemban. "Menjadi gubernur bukan hanya soal jabatan, tapi ini tentang memikul beban dan tanggung jawab terhadap 38 juta penduduk Jawa Timur," kata Risma.

Meski memiliki pengalaman di Kementerian Sosial, Risma menekankan bahwa memimpin Jawa Timur adalah tantangan tersendiri. "Saya tahu bagaimana kondisi Jawa Timur, tapi beban yang diemban bukan karena ada incumbent, melainkan karena tanggung jawab kepada rakyat," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah berambisi mengejar jabatan, melainkan menjalankan amanah dengan tulus. Risma juga menegaskan pentingnya hasil Pilkada 2024 bagi masa depan Jawa Timur.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Beri Wejangan kepada Andika Perkasa: Pahami Permainan Politik Tersembunyi

"Lima tahun ke depan akan sangat dipengaruhi oleh hasil Pilkada kali ini," kata Risma.

Pada Jumat pagi (30/8/2024), Risma menyempatkan diri untuk menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Meskipun tidak secara eksplisit menyatakan bahwa pertemuan itu terkait dengan pengunduran dirinya sebagai Menteri Sosial, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membenarkan bahwa Risma melaporkan posisinya yang telah dicalonkan sebagai bakal calon gubernur kepada Jokowi.

"Bu Risma melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa beliau dicalonkan oleh partai politik dan telah mendaftar ke KPU Provinsi Jatim," ungkap Ari. Presiden Jokowi, kata Ari, menghormati keputusan Risma yang akan maju dalam Pilkada. "Pada prinsipnya, Presiden menghormati hak politik setiap warga negara, termasuk yang saat ini menjabat sebagai Menteri atau Kepala Lembaga, untuk dicalonkan dalam Pilkada," jelas Ari.

Berdasarkan ketentuan UU Pilkada, Risma sebenarnya tidak diwajibkan untuk mundur dari jabatan Menteri Sosial meski ikut dalam pencalonan Pilkada. Ari menambahkan bahwa Risma belum menyerahkan surat pengunduran diri, dan keputusan untuk mundur adalah hak pribadi yang patut dihormati.

Halaman:

Tags

Terkini