nasional

PB IDI: Indonesia Telah Melewati Krisis Pandemi

Jumat, 17 Desember 2021 | 12:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Adib Khumaidi Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai saat ini Indonesia telah melewati krisis pandemi COVID-19.

“Kita sudah keluar dari krisis. Mudah-mudahan kita tidak kembali kepada krisis,” kata Adib dalam acara Sarasehan Nasional di YouTube ILUNI FKUI, ditulis Minggu (12/12).

Namun hal ini harus dibarengi upaya untuk mengembalikan edukasi kesehatan untuk mencegah angka kesakitan dan kematian tinggi yang pernah terjadi di Indonesia.

“Ini kan kita harus siapkan adalah adaptive recovery dengan resiliensi dari sistem kesehatan,” ucap Adib.

Penilaian itu juga ia bandingkan dengan kondisi Covid-19 sebelumnya yang sempat mencetak rekor tertinggi yang terjadi pada 15 Juli dengan 56.757 kasus, yang notabenenya merupakan jumlah penambahan tertinggi selama pandemi di Indonesia.

Menurut Adib, jika pada Januari mendatang tidak ada peningkatan kasus maka kita masuk ke kondisi New Normal. Lantas apa yang perlu dilakukan?

“Evaluasi protokol, akselerasi protokol baru dan bagi kami kami tetap di profesi menjaga agar jangan sampai ada dokter yang sakit atau yang meninggal kembali karena kita sudah kehilangan yang luar biasa (740 dokter dengan 43 guru besar Fakultas Kedokteran),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Adib, perlu ada upaya untuk mengedukasi pasien tentang status pelayanan, reschedule, recalling patients urgent, skrining yang ketat, update protokol kesehatan, serta pelayanan telemedicine. Sehingga dalam sistem kesehatan, semua penanganan kesehatan bisa tertangani dan tidak ada lagi pasien yang menumpuk di UGD.

“Jadi penguatan hospital disaster plan ini menjadi sangat penting. Upaya pre-hospital, salah satunya di dalam upaya pre-hospital adalah edukasi tentang kegawatdaruratan penanggulangan dini dari pasien pasien dengan covid, termasuk juga upaya isolasi mandiri yang dilakukan oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Adib juga mengaku pihaknya sebagai garda terdepan sudah menyiapkan sejumlah 'amunisi' sebagai bekal menghadapi potensi gelombang tiga Covid-19 di Indonesia pada akhir atau awal tahun nanti. Persiapan itu seperti SDM tenaga kesehatan hingga manajemen rumah sakit terhadap fluktuasi pasien Covid-19 yang dirawat inap.

Tags

Terkini