Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara H Maratua Simanjuntak mengharamkan umat Islam mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristen, dan dia juga melarang umat Islam mengenakan atribut Natal, jelas Maratua seperti diitirukan penggiat media sosial Ade Armando dalam Chanel Youtube Cokro TV, Selasa (14/12/2021).
Baca Juga : Ade Armando: Buya Syakur, Yesus di Ka”Bah dan Islam Tidak Sempurna
Lebih parahnya lagi Maratua berbohong, bahwa larangan itu kata dia merujuk kepada Fatwa MUI nomor 1 tahun 1981 dan tidak sesuai dengan Syariat Islam, ujar Ade.
Bahkan Ade menyebut bahwa dua hal terakhir yang diucapkan Maratua adalah bohong. Alasannya kata Ade, tidak ada Fatwa MUI yang melarang mengucapkan selamat Natal.
Ade menegaskan jangan pernah percaya MUI mengeluarkan Fatwa dungu yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal, itu semua tidak pernah ada.
Kembali ke fatwa MUI nomor 1 tahun 1981, yang diucapkan oleh KH Buya Hamka (Ketua Umum MUI Pertama) kala itu, hanya mengatur tentang dilarang mengikuti peribadatan Matal umat Kristen, seperti misa, dan kebaktian, sementara untuk hadir dalam acara bersifat seremonial dibolehkan, kecuali yang sifatnya ritual (misa dan kebaktian), tegas Ade.
Bahkan kata Ade, Irfan Hamka anak Buya Hamka menjelaskan kepada umat Islam bahwa yang dilarang adalah mengikuti ibadah Natal, menyanyi di Gereja, membakar lilin atau apapun yang termasuk ibadah Natal. Justru Buya Hamka ditirukan Irfan mengucapkan selamat Natal kepada tetangganya saat tinggal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hal senada disampaikan Cucu Buya Hamka, Naila Fauzia menyatakan, kakeknya, Buya Hamka lazim, saat Natal mengantar makanan dan mengucapkan selamat Natal kepada tetangganya umat Kristen.
Jadi tudingan MUI dan Buya Hamka mengeluarkan larangan selamat Natal adalah kebohongan total. Begitu juga dengan anggapan, ucapan selamat Natal itu tidak sejalan dengan ajaran islam dalam Alquran. Maratua ini belajar islam dimana sih? Tanya Ade.
Alquran tidak pernah menyatakan apa-apa soal Natal, demikian pula tidak ada satu pun Hadits Nabi yang bicara soal Natal.