nasional

Sudirman Said: 229 Peserta Seleksi Capim KPK Sampaikan Gagasan Penanganan Korupsi Secara Serius

Kamis, 1 Agustus 2024 | 15:55 WIB

NAWACITAPOST.COM - Sekitar 229 peserta telah mengikuti tes tertulis dalam proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) periode 2024-2029 di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kemensetneg, Jakarta pada Rabu, (31 Juli 2024).

Sudirman Said, salah satu peserta seleksi Capim KPK, menilai bahwa jawaban tes tertulis ini merupakan ungkapan dari peserta dalam kapasitas, pengalaman, dan latar belakang masing-masing dalam pemberantasan korupsi untuk kesejahteraan bangsa.

Pansel KPK telah menggelar tes tulis capim KPK hari ini. Dari 236 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, tercatat ada 229 peserta yang mengikuti tes tulis.

“Bila masing-masing peserta menyampaikan satu gagasan saja, maka hari ini ada lebih dari 200 gagasan dari 229 peserta yang mengikuti tes tertulis untuk menangani korupsi secara serius. Kesiapan mereka, para peserta seleksi, untuk berkorban patut diapresiasi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2014-2016 Sudirman Said, Kamis (1/8/2024).

Baca Juga: Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kemenkumham Papua Adakan Rapat Timpora Tingkat Provinsi Papua Pegunungan

Materi tes tertulis capim KPK lebih kepada pengetahuan umum tentang korupsi dan KPK serta permasalahan yang dihadapi negara saat ini dan pandangan dari para peserta seleksi terhadap berbagai isu krusial seperti kewenangan KPK dan perampasan aset para pelaku tindak pidana korupsi.

Sudirman mengatakan, untuk mengatasi korupsi diperlukan berbagai perbaikan dari hulu-hilir perlu dibenahi. "Perbaikan sistem hulu ke hilir, semua proses harus dibenahi. Perizinan, hukum, tata kelola pemerintahan harus disempurnakan. Langkah ini dapat memudahkan proses bisnis dan investasi. Cara pandang kita harus terus mencari ruang perbaikan”, ujarnya.

Menurutnya, korupsi lebih dari sekadar pelanggaran hukum karena sebagai bentuk penyimpangan perilaku, penyakit budaya, penyebab rendahnya daya saing, dan penghambat pertumbuhan ekonomi, yang akhirnya menjadi penghalang kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

"Oleh sebab itu, untuk mengatasinya perlu pendekatan komprehensif, dari hulu sampai hilir. Pencegahan, penindakan, reformasi birokrasi, penguatan keteladanan perilaku para pemimpin, kampanye masif pendidikan publik, dan kerja sama dengan dunia internasional, semua itu harus dikelola secara seksama," tegas sosok yang akrab disapa Pak Dirman ini.

Baca Juga: Imigrasi Balikpapan Gelar Pengajian Rutin, Tekankan Pentingnya Ikhtiar dan Tawakal

Dia menyampaikan, Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya dari sisi fiskal yang semakin ketat. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan APBN perlu didorong, salah satunya melalui pencegahan dan pemberantasan korupsi. Demikian juga dengan indeks kemudahan dalam berbisnis (ease of doing business) yang perlu terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menambahkan bahwa pimpinan KPK periode berikutnya perlu memiliki keseriusan dan kerja sama dengan pemerintah agar dapat terwujud tata kelola pemerintahan yang baik dan praktik korupsi bisa turun secara drastis. Dengan demikian, kata dia, perekonomian bisa tumbuh, kompetisi bisnis berjalan adil sehingga dapat memperbaiki reputasi Indonesia di mata dunia.

Tags

Terkini