nasional

Diusir Massa Aksi di Semarang, Respon Santai Moeldoko Bikin Meleleh

Jumat, 19 November 2021 | 14:54 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat suara usai diusir massa Aksi Kamisan di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11/2021). Moeldoko mengakui, kehadirannya untuk menemui massa kamisan di Semarang sekaligus menyaksikan aksi panggung rakyat itu.

Kehadiran Purnawirawan TNI ini diabaikan oleh aksi massa, padahal dirinya sengaja hadir untuk menjelaskan kepada publik soal penanganan pelanggaran HAM oleh pemerintah. "Saya ingin memahami apa yang sedang dia sampaikan kepada pemerintah atas berbagai persoalan ham masa lalu dan saya datang ke sana untuk melihat berbagai spanduknya, terus saya mencoba untuk berbicara dengan mereka, tapi berbagai suara dari mereka tidak menginginkan atas apa yang saya sampaikan," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Mengetahui tidak direspon oleh aksi massa, Moeldoko lantas memilih meninggalkan lokasi. Ia menanggapi dengan santai kejadian tersebut. "Bagi saya itu sesuatu yang biasa. Saya menghormati dan menghargai apa yang telah mereka sampaikan. Untuk itu, saya beserta rombongan meninggalkan tempat," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, festival HAM merupakan inovasi baru agar masalah hak sipil, ekonomi, serta sosial budaya bisa menjadi fokus utama pemerintah daerah. Publik diharapkan tidak hanya melihat masalah pelanggaran HAM masa lalu, tetapi juga masa depan.

"Saya ingin juga menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak menghindar dari persoalan HAM, tidak menutup mata dan telinga, tapi tetap memberi kepedulian untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu," kata dia. Ia berupaya mendengarkan masukan dari publik dengan mendatangi aksi kamisan di Semarang. "Pertanyaannya kenapa saya datang? kan begitu. itulah sebuah wujud. kalau kami tidak peduli, kami tidak datang untuk melihat dan mendengarkan," kata dia.

Sebagai informasi, Moeldoko yang hadir bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara diusir oleh massa aksi kamisan di taman Signature, depan Hotel Paragorn, Kota Semarang. Menurut keterangan dalam instagram resmi Aksi Kamisan Semarang penolakan itu karena Moeldoko dianggap hendak mencuri panggung dengan meminta mic dan berbicara.

"Mereka berusaha untuk mencuri panggung, meminta mic dan berbicara. Melihat hal itu, ketika Moeldoko memegang mic dan bicara, massa aksi langsung menolak dan menyuruh mereka segera pergi," tulis akun Instagram @aksikamisansemarang.

Tak hanya itu, penolakan juga dilakukan karena sejumlah alasan. Pertama, panggung kamisan adalah panggung rakyat dan bukan panggung oligarki; kedua, mereka lebih mendorong pemerintah menindak tanggung jawab pemenuhan pelanggaran ham karena mengklaim negara sudah tahu pelanggaran HAM yang terjadi; ketiga, aksi Moeldoko dinilai berupaya mengambil panggung rakyat Massa aksi kamisan Semarang.

Massa aksi kamisan Semarang yang menggelar festival rakyat pada 16-17 November menyatakan sikap: gerakan rakyat berhenti kooperatif terhadap rezim kapitalisme oligarki, termasuk memberi panggung kepada kepada mereka. "Oleh karena itu, Aksi Kamisan Semarang menuntut kepada pemerintah untuk segera berhenti melakukan perampasan ruang hidup warga, merusak lingkungan hidup warga, memeras keringat buruh untuk membuat yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin," tulis @aksikamisansemarang.

Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV 


https://youtu.be/98kl8QthHM4

Tags

Terkini