nasional

Pemuda Batak Bersatu Ditolak di Kalimantan Timur, Ada yang Salah?

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:57 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ada beberapa alasan sampai Organisasi Dayak di Kalimantan Timur menolak keberadaan berdirinya cabang Pemuda Batak Bersatu (PBB). Dugaan adanya kerap membuat resah atau mungkin juga terlibat perselisihan dengan organisasi lokal Dayak setempat. Namun, alasan-alasan itu hanya sebatas dari mulut ke mulut.

Baca Juga : Aksi Damai Penolakan Ormas PBB di Balikpapan


Sementara untuk organisasi lain diluar PBB, eks FPI jangankan mau membuka cabang di Kalimantan. Rizieq Shihab tokoh sentarl eks FPI tersebut ditotak turun di bandar udara  Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada 11 Februari 2012 silam. Saat itu Rizieq dan rombongannya yang hendak mengisi pengajian akbar dihadang sekitar 800 orang dari Suku Dayak di Bandara Udara Cilik Riwut Palangkaraya.

Kejadian yang sama dialami Rizieq Shihab ditolak di Samarinda, Kalimantan Timur, 25 Agustus 2014. Saat itu  Rizieq hendak menjadi pembicara dalam tablig akbar dengan tema Menuju NKRI yang Bersyariah. Kedatangan Rizieq ditolak Gerakan Pemuda Kalimantan Timur Bersatu.

Sebelum dua penolakan kepada FPI dan PBB. Pada akhir tahun 2000 dan puncaknya pada Pebruari 2001, terjadi konflik etnis Dayak Vs Madura di Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah. Konflik tersebut kabarnya menyebar ke seantaro Kalimantan. Meredam sampai meredanya perlu waktu bertahun-tahun.

Kembali ke PBB yang mendapat penolakan dari Organisasi Dayak setempat serta gabungan dari puluhan ormas yang sudah lebih dulu ada di Kalimantan Timur. Ada sesuatu mis komunikasi yang belum terbangun secara saling bersinergi. Atau mungkin perlu langkah lebih lembut dan benar-benar melibatkan organisasi dayak setempat, supaya PBB bisa diterima serta bisa membuka cabangnya.

Dugaan lainnya, mungkin karena lemahnya cara berkomunikasi kepada publik. Sehingga terkesan ormas kepemudaan ini terkesan eksklusif.

Tags

Terkini