nasional

Mengenal Universitas Trisakti: Kampus Pahlawan Reformasi yang Menorehkan Sejarah di Dunia Pendidikan

Senin, 15 Juli 2024 | 09:53 WIB
Kampus Reformasi, Universitas Trisakti. (X)

NAWACITAPOST.COM - Universitas Trisakti, merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi swasta yang terletak di Jalan Kyai Tapa Nomor 1, Grogol, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Lembaga pendidikan yang berada di urutan ke-14 pada Indonesia Top 5000 Scientists Rankings ini, telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta favorit di ibu kota.

Dengan 18.110 mahasiswa aktif, 42 guru besar, 139 lektor kepala, dan 342 pengajar, universitas ini menawarkan sembilan fakultas dan 46 program studi. Trisakti tidak hanya menempati posisi 65 dalam pemeringkatan Webometrics 2022 tetapi juga berada di peringkat 72 dalam UniRank untuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Sejarah Pendirian

Universitas Trisakti didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 29 November 1965 melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 014/dar tahun 1965 yang ditandatangani oleh Dr. Sjarif Thajeb. Pendirian universitas ini merupakan respons terhadap pembubaran Universitas Respublika, yang dianggap terlibat dalam pergerakan Partai Komunis Indonesia pada September 1965.

Dari puing-puing Respublika, berdirilah Universitas Trisakti yang namanya diberikan oleh Presiden Soekarno. Nama "Trisakti" diambil dari pidato Soekarno yang mencanangkan tiga prinsip, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca Juga: Soal Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi pada 17 Agustus, Ini Jawaban Menteri ESDM

Saat pertama kali didirikan, Universitas Trisakti memiliki lima fakultas. Kelima fakultas tersebut antara lain Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Teknik yang terdiri dari empat departemen yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Arsitektur.

Saat ini, universitas telah berkembang menjadi sembilan fakultas yang mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknik Lingkungan, serta Fakultas Seni Rupa dan Desain. Selain program sarjana dan diploma, Trisakti juga menawarkan delapan program magister dan dua program doktor.

Tragedi 12 Mei 1998: Jejak Sejarah yang Membekas

Salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Universitas Trisakti adalah Tragedi 12 Mei 1998. Pada hari tersebut, empat mahasiswa Trisakti gugur dalam demonstrasi yang menjadi pemicu jatuhnya Orde Baru dan menandai awal Era Reformasi di Indonesia.

Pengorbanan mereka diakui oleh pemerintah dengan penghargaan Bintang Jasa Pratama pada tahun 2005, yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keempat mahasiswa tersebut diakui sebagai Pejuang Reformasi yang telah mendorong perubahan mendasar dalam ketatanegaraan Indonesia.

Baca Juga: Terima PMN Rp1 Triliun, DAMRI Siap Remajakan Ratusan Bus Perintis

Universitas Trisakti tidak hanya berperan dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan intelektual, emosional, dan spiritual, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga idealisme kebangsaan, demokrasi, dan hak asasi manusia. Trisakti telah bertransformasi menjadi "Kampus Pahlawan Reformasi" yang terus berupaya mengibarkan panji-panji reformasi.

Universitas Trisakti, dengan segala sejarah dan kontribusinya, terus berperan penting dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dedikasinya terhadap pendidikan berkualitas dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadikan Trisakti sebagai salah satu institusi yang patut diperhitungkan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rektor Universitas Trisakti dari Masa ke Masa

Berbagai tokoh pendidikan telah mengemban tugas sebagai rektor sejak Universitas Trisakti didirikan pertama kali. Setiap pemimpin membawa visi dan misi yang memperkaya perjalanan dan perkembangan universitas ini. Berikut ini merupakan rektor Universitas Trisakti dari masa ke masa:  

  • 1965 – 1972: Drs. MA Siswadji (Presidium)
  • 1972 – 1976: Drs. MA Siswadji
  • 1976 – 1980: Ir. Poedjono Hardjoprakoso
  • 1980 – 1988: Prof. Dr. Ir. P. Haryasudirja
  • 1988 – 1990: Ir. Hartono Kadri
  • 1990 – 1994: H. Mulyatno Sindhudarmoko, SE
  • 1994 – 1998: Prof. Dr. R. Moedanton Moertedjo
  • 1998 – 2016: Prof. Dr. Thoby Mutis
  • 2016 – 2021: Prof. dr Ali Ghufron Mukti, MSc,PhD
  • 2021 – Sekarang: Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA.

Baca Juga: Summarecon Bekasi Siap Luncurkan New Block Crystal Boulevard Signature Commercial dengan Fasilitas Modern

Halaman:

Tags

Terkini