nasional

DPR RI Tegas Ingatkan KPI Harus Tinjau Program TV Sebelum Ditayangkan

Rabu, 15 September 2021 | 12:08 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTAnggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bisa meninjau lebih dulu setiap program acara TV sebelum menjadi produk tontonan publik di layar kaca. Hal tersebut penting dilakukan untuk meminimalisir program TV yang tidak layak tonton.

Demikian disampaikan Farah usai menjadi narasumber dalam acara Parlemen Remaja yang digelar secara virtual, Selasa (14/09/2021). Ia menjelaskan, KPI harus diberi kewenangan penuh untuk menyeleksi program TV yang layak tonton, agar tak menimbulkan masalah di tengah masyarakat.

"Sekarang, tayangannya keluar dulu, baru kemudian KPI menindak. Saya inginnya sebelum ada tayangan, KPI sudah me-review, sehingga tontonan-tontonan tidak layak bisa diminimalisir karena KPI sudah nonton duluan apa yang akan ditayangkan," tandas politisi PAN tersebut.

Baca Juga : Soal Pernyataan ‘Semua Agama Benar’, Sudjiwo Tedjo : Seperti Orang Primitif


Bahkan, lanjut Farah, KPI juga bisa memperluas kewenangannya untuk mengawasai siaran Netflix, siaran vlog, youtube, dan lain-lain. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari tontonan tidak layak.

Baca Juga : SAR Gabungan Kembali Cari 3 Korban Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu


Baca Juga : Lantaran Sakit Hati, Petani Tega Cabut Nyawa Bocah Usia 13 Tahun


"Komisi I itu sangat mendukung bila kewenangan KPI diperluas. Jadi, bukan hanya mengawasi siaran TV tapi juga bisa mengawasi siaran Netflix, siaran vlog, youtube, dan lain sebagainya," pandang Farah.

Selain Farah, mantan Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya yang juga menjadi narasumber para perhelatan Parlemen Remaja 2021 mengatakan, tontonan publik yang disiarkan TV harus bernilai edukasi. Tayangan TV tidak saja harus menghibur, lebih dari itu, harus sarat manfaat bagi masyarakat.

"Media adalah motivator bangsa. Nation building juga adanya di media. Bagi rakyat kita di daerah-daerah perbatasan, betapa pentingnya media, terutama TV. Menurut saya media itu bisa jadi inspirasi. Tapi, inspirasi ada yang baik dan buruk," tuturnya.

Ditanya soal orientasi lembaga penyiaran, Helmy menjelaskan, lembaga penyiaran terbagi menjadi dua yaitu penyiaran penyiaran publik (LPP) seperti TVRI yang mengedepankan nilai edukasi. Kemudian lembaga penyiaran swasta yang lebih didominasioleh sisi komersil.

Namun, penyiaran swasta bisa terus menerus diimbau agar produk siarannya juga memuat konten edukasi supaya layak tayang. Mungkin ada sekian porsi dari acara-acara yang dibuat teman-teman swasta memikirkan edukasi, memikirkan budaya, dan memikirkan pendidikan anak. Jadi, jangan mikirin rating share dan klan saja," pungkas Helmy.

Simak informasi menarik lainnya di youtube kami !

https://youtu.be/9dHRwSfSUxc

Terkini