Baca Juga : Ini Susunan Pengurus PDNI Periode 2021 – 2024 dan Arti Logonya
Lanjut Dosen Universitas Dhyana Pura, bahwa "PDNI awalnya terbentuk karena keprihatinan tentang kondisi ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Kepulauan Nias yang memprihatinkan. Apalagi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 4 kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias masuk kategori tertinggal dan bahkan sangat tertinggal selama bertahun-tahun sesuai hasil BPS Tahun 2020. Keprihatinan inilah yang membuat para Doktor asal Kepulauan Nias berkumpul menggunakan group WhatsApp,"jelasnya dengan semangat.
Menurut Putera Kepni yang kini berdomisili dan mengabdikan dedikasi ilmunya di Bali, bahwa "Tujuan PDNI adalah menyatukan langkah serta kerja nyata untuk membantu atay bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait lainnya sesuai kompetensi keilmuan para Doktor tersebut. Melalui kemampuan dan kompetensi Doktor inilah membantu peningkatan kualitas SDM seperti pelatihan dan pendampingan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hukum, pelatihan ketenagakerjaan, kewirausahaan, dan teknologi informasi.
Dengan adanya SDM yang memadai, maka SDA yang ada di Nias seperti keindahan alam, perikanan, pariwisata, pertanian, dan keunikan budaya dapat dikemas dengan baik, sehingga menjadi sumber ekonomi. Apalagi pendidikan dan ekonomi maju, maka kesejahteraan masyarakat Nias terwujud." tutur dosen yang selalu ramah kepada siapapun.
Yang jelas dan pasti, dengan adanya PDNI (saat ini ada 88 Doktor berbagai disiplin ilmu dan terus bertambah jumlahnya). Kepni akan semakin maju, dilihat dari SDM yang mengerti kultur bahasa, adat istiadat, dan habitat. Sebab itulah modal bagaimana kita bisa mendekatkan diri dan berinteraksi dengan warga di Kepni. Suara dan denyut nadi jeritan mereka bisa tersampaikan, salah satunya melalui PDNI. Dan, sudah kewajiban PDNI melakukan aksi nyatanya bagi kesejahteraan masyarakat Kepni dan pemerintah daerah setempat (4 Kabupaten dan 1 Kotamadya).