nasional

Trobosan Strategi Jokowi Untuk Bangun Daratan Sumatra, Kini Jauh Lebih Cepat

Rabu, 1 September 2021 | 16:25 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Jalan Tol Trans Sumatera (JTSS) merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2015.

JTSS direncanakan akan terbangun sepanjang 2.812 km membentang hingga ujung Pulau Sumatera dengan nilai investasi sebesar Rp. 538 triliun.

Simak juga berita lainnya di Youtube kami: NAWACITA TV


Proyek JTSS dibangun dengan tujuan membuka sentra-sentra ekonomi baru yang dapat terbangun dari kawasan industri serta mampu menjadi akses utama dalam menghubungkan berbagai provinsi di pulau Sumatera.

Hingga saat ini, ruas JTSS yang telah beroperasi adalah sepanjang 531 km. PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan terlibat aktif dalam pembiayaan pembangunan lima ruas JTSS ini dengan nilai komitmen sebesar Rp18,5 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Sylvi J. Gani selaku Direktur Pembiayaan dan Investasi PT. SMI mengatakan bahwa PT. SMI memberikan dukungan pembiayaan terhadap lima ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi. Ruas-ruas yang dibiayai secara langsung oleh PT SMI yaitu Medan – Binjai, Palembang – Indralaya, Terbanggi Besar – Pematang Panggang - Kayu Agung, Bakauheni – Terbanggi Besar serta pemenuhan porsi ekuitas untuk ruas Pekanbaru – Dumai yang dibiayai secara tidak langsung melalui sekuritisasi aset Tol Akses Tanjung Priok.

NAWACITA TV : Trobosan Strategi Jokowi Untuk Bangun Daratan Sumatra, Kini Jauh Lebih Cepat


Pembangunan JTSS ini memberikan dampak multiplier terhadap output dalam perekonomian sebesar 1,70. Dampak output per tahun atas adanya pembangunan jalan tol ini setara dengan 2,2% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di pulau Sumatera. Terhadap penyerapan tenaga kerja, dampak tenaga kerja per tahun dari pembangunan jalan tol ini setara dengan 2,4% tenaga kerja di Pulau Sumatera.

Hal ini membuktikan bahwa pembangunan jalan tol ini telah membangkitkan stimulus terhadap perekonomian Indonesia dan memberikan dampak positif berupa penciptaan nilai tambah, pendapatan masyarakat dan kesempatan kerja.
[13:02, 01/09/2021] Aal: Presiden Jokowi meresmikan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang pada Senin (23/8). Jalan tol sepanjang 9,3 Kilometer ini merupakan bagian dari Tol Lingkar Dalam Jakarta yang juga terhubung ke Tol Lingkar Luar atau Jakarta Out Ring Road.

Ruas Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang sendiri dibangun sebagai tol layang. Ruas ini memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu akses ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembiayaan pembangunan tol tersebut, dilakukan bersama antara pemerintah, BUMN dan swasta. Investasi dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi–PT Adhi Karya (KSO).

Pembangunan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang ini dimulai Februari 2017 lalu, dengan investasi Rp 20,73 triliun dengan kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi-PT Adhi Karya (KSO).

Jalan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang ini merupakan seksi A dari pembangunan rol tahap 1 sepanjang 31,2 km. Ruas lainnya yakni Seksi B Semanan-Grogol sepanjang 9,5 km dan Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,4 km.

Tol tersebut merupakan bagian dari 6 ruas Tol Dalam Kota Jakarta yang menghubungkan kawasan Jabodetabek. Dengan adanya jalan tol ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta sebesar 45 persen.

Tags

Terkini