Baca Juga : Jokowi Resmikan Jalan Tol Serpong-Cinere
Selama kurun waktu 1978 - 2004, jalan tol yang berhasil dibangun dan digunakan oleh rakyat sepanjang 242 Km, kemudian di era SBY (2004 - 2014) panjang jalan tol yang dibangun dan digunakan warga hanya 75 Km.
Nah, Periode pertama Jokowi sebagai Presiden (2015-2018), jalan tol yang diresmikan dan sudah digunakan rakyat panjangnya 616 Km. Dilanjutkan periode kedua Jokowi memasuki tahun kedua pemerintahannya 2019 -2021, jalan tol yang dibangun mencapai 943 Km. Bila ditotal sejak 2015 sampai Agustus 2021, Jokowi sudah membangun jalan tol sepanjang 1559 Km.
Termasuk pembangunan jalan tol Kelapa Gading - Pulo Gebang dengan panjang 9,3 Km. Jokowi berhasil mewujudkan keinginan rakyar Indonesia dari berbagai penjuru nusantara.
Dan, perlu dicatata, pembangunan jalan tol yang diresmikan dan digunakan rakyat tersebar mulai Jawa (Banten - Surabaya) dua arah : membentang di sepanjang pantai utara, dan bentangan lainnya di pantai selatan. Sumatera (Lampung sampai Aceh), Kalimantan (Balikpapan -Samarinda), Sulwasei (Sulsel, dan Sulut), dan Bali, serta jalan trans Papua - Papua Barat.
Ditengah Pandemi Covid-19, Maret 2020 - Agustus 2021, Jokowi berhasil membangun jalan tol sepanjang 310 Km. Pasalnya, jalan tol saat PPKM pertama diterapkan masuk kategori kritikal dan esensial. Artinya aktivitas penting yang tak boleh ditunda.
Terlepas dari itu semua, Jokowi adalah motor penggerak pembangunan, kementrian dan pihak terkaitb mampu bergerak. Sehingga kemacetan pembebasan lahan yang dipunyai warga, terkait pembangunan jalan tol, yang selama ini bertaqline ganti rugi, diganti dengan ganti untung taglinenya oleh kakek dari Jan Ethes.
Itulah kehebatan Jokowi. Dia mampu menyenangakan warga yang memakai jalan tol, tetapi saat yang sama, ia juga mampu memberikan penggantian berkali-kali lipat kepada yang punya lahan untuk digunakan sebagai jalan tol.
Sehingga oleh banyak netizen, Jokowi layak disebut bapak pembangunan infrastruktur Indonesia.