Jakarta, NAWACITAPOST - SEJAK Kamis 12 Agustus 2021 hingga Sabtu 14 Agustus 2021, TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menangkap 37 teroris di wilayah Indonesia. Sumatera (16), Jawa (16), Kalimantan (3), Sulawesi (1) dan Maluku (1).
Baca Juga : Harusnya HAM Tidak Berlaku, Ketika Aparat Berantas Teroris
Penangkapan teroris tersebut dibenarkan Mabes Polri melalui Kabag penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangannya kepada media. "Data penegakan hukum tersangka teroris total 37," jelasnya, Sabtu (14/8/2021).
Baca Juga : Ajaran Sesat Khilafatul Muslimin Lebih Berbahaya dari Khilafah HTI
Terkait hal itu Pengamat Kajian Teroris yang juga eks HTI Ayik Heriansyah atau Ayik Hikamolitik, ketika dihubungi Nawacitapost, melalui pesan WA, Minggu malam 15 Agustus 2021, menyatakan. "Penangkapan terduga teroris sebanyak 37 di sejumlah provinsi menunjukkan bahwa jaringan teror di Indonesia masih aktif dan tersebar merata di seluruh Indonesia. Kita tidak boleh lengah untuk mempersempit ruang gerak mereka melalui kegiatan pencegahan dengan kontra narasi, kontra propaganda dan kontra ideologi serta deradikalisasi."
"Kita juga apresiasi kepada aparat kepolisian dalam hal ini Densus 88 AT yang berhasil melakukan detensi dini secara akurat dan cepat, sehingga aksi-aksi teror dapat dicegah, tegasnya.
Menurut Ayik juga bahwa 37 orang teroris yang ditangkap itu 35 orang dari Jamaah Islamiah dan 2 orang lagi berafiliasi ke ISIS.
Bahkan, aktivis muda NU Kang Rikal dalam Kanal Youtube Agama Akal TV pernah menyebut bahwa Abu Bakar Baasyir pemilik Ponpes Ngruki adalah identik dan pelopor utama Jamaah Islamiah.
Memang beberapa kajian menyebut. Kelompok teroris tidak akan pernah tidur dan tak peduli situasi di dunia atau suatu negara mengalami pandemi covid-19. Yang penting tujuan mereka mendirikan negara khilafah atau berdasar syarikat Islam harus dihadirkan.
Tetapi, untungnya kelompok teroris itu tak berhasil. Sebab keburu ditangkap TIM Densus 88.