nasional

Mundur dari Komisaris Independen Garuda, Keteladanan Putri Gus Dur : Harta Bukan Segalanya

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 11:33 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - MENJADI komisaris di BUMN. Apalagi di maskapai Garuda, suatu dambaan. Biasanya, mereka diambil dari tim kampanye Capres, atau  yang punya bidang keahlian serta publik figur.

Baca Juga : Alasan Menteri BUMN Angkat Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda?



Karena dambaan, biasanya untuk menduduki kursi jabatan tersebut,  berbagai cara halus dan kasar  kerap ditempuh seseorang atau kelompoknya. Mengapa? Karena selain menyandang status sosial yang mungkin keren, juga pendapatan menggiurkan dan besar menjadi rebutan. Apalagi komisaris di maskapai Garuda (PT Garuda Indonesia - Persero), sebulan bisa bawa pulang ke rumah 230.000.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).

Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid. Putri kedua (alm) Gus Dur itu pernah menyandang status Komisaris Independen sejak Januari 2020. Bukan menawarkan, tetapi diminta oleh Menteri Erick Thohir dengan harapan  melindungi dan memperjuangkan citra perempuan di maskapai pelat merah tersebut, dan harapan tersebut berhasil.

Namun, melalui akun Twitter pribadinya @yennywahid yang diunggah pada, Jumat 13 Agustus 2021, malah minta mundur, dengan alasan. "Akibat pandemi, maskapai kebanggaan kita, @IndonesiaGaruda mengalami penurunan pendapatan drastis. Untuk penghematan biaya, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi komisaris independen. Semoga hal ini bisa membantu meringankan Garuda," tulis Yenny Wahid yang pernah jadi koresponden harian Australia, The Sydney Morning Herald di tahun 1997-1999.

Bahkan, kemarin kabarnya surat resmi pengunduran diri Yenny Wahid diantar ke Kementrian BUMN, dengan langsung ditujukan ke Menteri BUMN Erick Thohir.

Yang jelas, bagi Yenny Wahid, harta bukan segalanya.

Berbeda atau bisa juga berbanding terbalik dengan Yenny Wahid. Mantan terpidana kasus korupsi Emir Moeis, yang ditunjuk sebagai salah satu komisaris di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). PIM merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (BUMN). Emir Moeis diangkat menjadi komisaris sejak 18 Febuari 2021, dan ditunjuk oleh para pemegang saham PT PIM.

Entah pertimbangan apa? Kementrian BUMN mengangkat mantan terpidana kasus korupsi sebagai Komisaris. Belum ada pernyataan jelas can tegas disampaikan Jubir Kementrian BUMN Arya Sinulingga.

 

Tags

Terkini