nasional

Perlu Waktu 90 Tahun Belanda Taklukan Nias, Empat Daerahnya Dibawah Itu 

Jumat, 13 Agustus 2021 | 15:26 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - TAK  bisa dipungkiri, kedatangan Belanda ke Indonesia. Yaitu, mencari kekayaan, monopoli perdagangan. Maka, untuk menguasainya, devide et empire atau politik pecah belah diterapkan dan gencarkan secara masif kepada daerah taklukannya.

Baca Juga : Ada Apa dengan Kepala Daerah Dua Periode Kepulauan Nias? Kok Gebrakannya Stagnan?



Kedatangan kali pertama tahun 1596, dibawah pimpinan Cornelis de Houtman, dan berhasil mendarat di pelabuhan Banten. Karena berlaku kasar dan sombong, kedatangannya diusir  penduduk pesisir Banten. Kali kedua datang lagi tahun 1598 dengan pimpinan Jacob van Heck.

Kemudian, pada 20 Maret 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Tujuannya,  menghilangkan persaingan yang merugikan para pedagang Belanda, menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia, serta mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.

Setelah Portugis  terdesak ke daerah Timor-Timur (sekarang negara Timor Leste) dan Spanyol  dan ke Filipina. Maka VOC menjadi kekuatan bagi Belanda untuk memonopoli perdagangan. Salah satu caranya, yaitu politik memecah belah atau devide et empire.  Hampis ratusan daerah di Indonesia di kuasainya, terutama kawasan Indonesia Timur, Jawa, dan Kalimantan.

Namun, ada lima daerah (empat berada di pulau Sumatera) dan satu Bali. Penaklukannya lama, dari yang 41 tahun sampai 89 tahun, Belanda berhasil menguasai lima daerah tersebut. Tentu dengan cara mengadu domba diantara elit atau pimpinan panglima perang di daerah tersebut. Seperti di beritakan dalam kanal Youtube Kuykuyletsgo.

Tangkapan layar Kanal Youtube Kuykuyletsgo dan foto kolase.

Pertama. Aceh, Belanda sulit mengalahkan Aceh karena di daerah itu terdapat pemimpin yang hebat dan dibantu warga sipil, tapi setelah berperang selama 41 tahun (1871 - 1912), akhirnya negeri Kincir Angin itu berhasil menguasai Aceh. Kedua. Nias di provinsi Sumatera Utara, Belanda baru bisa menguasai sepenuhnya setelah 89 tahun bertempur (1825 -1914). Ketiga. Bali, Belanda baru bisa menguasai  pulau Dewata tersebut setelah berperang selama 62 tahun (1846 -1908). Keempat. Tapanuli, Belanda berperang melawan kerajaan Batak dimulai tahun 1878, dan berakhir 1907. Dengan kemenangan Belanda Kelima. Jambi setelah bertempur selama 71 tahun (1833 - 1904),  akhirnya Belanda berhasil menguasainya.

Tetap cara politik memecah belah diterapkan Belanda kepada tersebut. Bahkan, untuk kelima daerah tersebut, komisi atau kompesansi yang diberikan Belanda kepada kedua pimpinan diadu domba du daerah itu, nilainya besar. Padahal, itu hanya tipuan dan cara kotor yang selalu dilakukan penjajah kepada daerah yang sulit ditaklukan.

Bahkan, khusus Nias dari 4 daerah lainnya. Paling lama, mendekati 90 tahun untuk menguasainya. Kabarnya,  Belanda menggunakan para pedagang setempat yang selalu rugi dengan iming-iming menggiurkan untuk menjatuhkan pedagang yang dari setempat juga, dan selalu untung dan jadi panutan daerah itu.

 

 

 

Tags

Terkini