nasional

Pertanyaan Ayik Heriansyah : Lebih Bodong Mana, Sumbangan 2 Triliun Rupiah atau Khilafah?

Selasa, 10 Agustus 2021 | 09:03 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST - DRAMA sumbangan covid -19 sejumlah 2 Triliun Rupiah sudah memasuki anti klimaks setelah Polda Sumsel dan PPATK menyatakan dana yang dimaksud tidak mencukupi. Bisa disimpulkan dana sumbangan tersebut ternyata bodong. Polisi kena prank.



Baca Juga : Ajaran Islam Ditakuti karena Dikhawatirkan Bawa Terorisme? Ini Penjelasan Ade Armando







Niat mulia ingin membantu orang lain harus diikuti dengan cara-cara yang baik pula. Bukan urusan kita untuk menilai niat baik orang, namun jika niat dan cara tidak sinkron, cepat atau lamban akan terbongkar kesalahannya.






Dampak dari sumbangan bodong 2 T, hanya mengenai pelaku dan mungkin pejabat polisi terkait. Tidak berdampak kepada masyarakat secara umum. Masyarakat tidak dirugikan secuilpun. Toh, sumbangan fantastis sejumlah 2 T hanya tertulis di atas kertas beralas karton. Kenyataannya nol nol nol.




Ada yang lebih tragis dari drama prank 2 T, yaitu janji hidup bahagia, sejahtera dan tanpa ada masalah apa pun yang saban hari disampaikan oleh para penggila Khilafah T (Tahririyah). Penggila Khilafah T (Tahririyah) berjanji, jika Amir mereka berkuasa, jika konstitusi negara mengadopsi UUD karangan Amir mereka, maka semua orang akan mennadi shalih shalihah, pendidikan dan kesehatan gratis, kriminalitas nihil, buruh diupah berdasarkan batas maksimum, tidak ada pungutan pajak dan lain sebagainya. Pokoknya, hidup dalam naungan Khilafah T (Tahririyah) layaknya surga sebelum Surga.




Cuma sayang seribu sayang, seperti sumbangan 2 T, ternyata Khilafah T (Tahririyah) juga bodong, nol besar, sebab Khilafah T (Tahririyah) tidak ada di dalam al-Qur'an dan hadis. Tidak ada dalam sejarah umat Islam. Dan tidak ada di dalam nubuwwah Nabi Muhammad saw tentang akhir zaman.




Para penggila Khilafah T (Tahririyah) sebenarnya bukan memperjuangkan khilafah seperti khilafah di masa Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Mereka juga bukan sedang memperjuangkan Khilafah Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah. Mereka bukan memperjuangkan Khilafah Mahdiyah sebagaimana janji Nabi saw. Sesungguhnya yang mereka perjuangkan adalah Khilafah T (Tahririyah).




Mereka istiqamah dan yakin, terus menerus tanpa lelah dan tidak mengenal putus asa memperjuangkan khilafah bodong. Meskipun demikian, alhamdulillah, prank yang mereka rancang hanya berdampak kepada diri mereka sendiri, ditambah sedikit dari kaum muslimin yang karena ghirah tinggi tanpa dibekali ilmu yang mumpuni, terbuai oleh janji-janji surgawi dari para penggila Khilafah T (Tahririyah).

Tags

Terkini