NAWACITAPOST.COM - Pada tahun 2015, Adrianto Pitoyo Adhi resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk. Ia menggantikan Johannes Mardjuki.
Penunjukan ini terjadi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Juni 2015. Sejak saat itu, Adrianto membawa perusahaan properti ini menuju puncak prestasi dengan berbagai inovasi dan strategi yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Adrianto P. Adhi percaya bahwa Summarecon memiliki sistem dan tim yang kuat. Baginya, kesuksesan perusahaan tidak hanya bergantung pada siapa yang memimpin, tetapi juga pada soliditas dan komitmen seluruh tim.
"Yang terpenting adalah konsolidasi, menciptakan bisnis lebih baik. Karena bisnis itu adalah sesuatu yang the show must go on," ujar Adrianto, dikutip Minggu (9/6/2024).
Baca Juga: Summarecon Bandung Raih Penghargaan Dunia di FIABCI World Prix d'Excellence Awards 2024
Selama masa kepemimpinannya, Adrianto harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi global yang tidak stabil, depresiasi nilai tukar Rupiah, dan pengetatan kredit properti. Namun, Adrianto dan timnya mampu mengatasi tantangan tersebut dengan fokus pada peningkatan kualitas produk dan inovasi.
Mereka berusaha menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga terjangkau bagi masyarakat. Misalnya, pada saat Pandemi COVID-19 menambah beban industri properti dengan menurunnya daya beli masyarakat. Dalam kondisi ini, Adrianto mendorong Summarecon untuk tetap inovatif dan responsif terhadap perubahan pasar.
"Kami harus membuat gerakan menciptakan produk bagus sekaligus dengan harga yang terjangkau (affordable)," ungkapnya.
Salah satu proyek besar di bawah kepemimpinan Adrianto adalah pengembangan kawasan Summarecon Bandung seluas 300 hektar. Proyek ini merupakan bagian dari ambisi Bandung Technopolis yang diinisiasi oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
Baca Juga: Summarecon Investasikan Ratusan Miliar untuk Pengembangan Kota Terpadu di Makassar
Selain perumahan, Summarecon Bandung juga akan mencakup pusat bisnis dan industri kreatif, pusat belanja, dan perkantoran. "Bandung kan gudangnya orang-orang kreatif. Kami juga akan membangun pusat kreatif di dalam Summarecon Bandung untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan mereka," tambah Adrianto.
Keberhasilan Adrianto mengubah landscape Kota Bandung dengan inovasi ini diganjar dengan sebuah penghargaan bergengsi di ajang FIABCI World Prix d'Excellence Awards 2024 yang diadakan di Singapura pada 30 Mei 2024. Dalam acara prestisius ini, Summarecon Bandung dianugerahi Gold Winner Environment Category oleh FIABCI, Federasi Real Estat Internasional yang merupakan organisasi real estate terkemuka di dunia.
Pada 4 Juni 2024, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melakukan groundbreaking pembangunan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Prosesi ini dilakukan di Sub Zona Sarana Pelayanan Umum (SPU) 1, yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi, Direktur SMRA Herman Nagaria, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Syiar Bangsa H. Edi Darnadi.
Adrianto menegaskan bahwa Summarecon akan selalu berjalan beriringan dengan program pemerintah. Ia berharap kepemimpinan baru di OIKN dapat mengintegrasikan segala ketentuan dan kebijakan menjadi satu atap untuk memudahkan investor.