Baca Juga : Gegara Ulah BEM UI, Netizen Minta Seluruh BEM di Tes Wawasan Kebangsaan
Padahal, India yang penderitaannya terkena Covid banyak. Rakyatnya tak meminta pemerintahannya mundur. Demikian juga dengan Malaysia, dan masih banyak negara lainnya. Rakyatnya tak meminta pemerintahannya mundur.
Hanya ada di Indonesia, sebagai kecil rakyat yang diwakili kepentingan haus kekuasaan meminta Presiden Jokowi mundur.
Setelah BEM UI dengan menjuluki Jokowi King of Lips Service. Jokowi hanya mengatakan, kebebasan berpendapat hak semua orang, termasuk mahasiswa dan itu dijamin UU. Namun, anehnya. Ketika Jokowi mengatakan hal tersebut ada upaya penggiringan opini dari kelompok yang anti Jokowi.
Dengan mengatakan, bahwa mahasiswa dikepengurusan BEM UI di hambat, dan dipecat sebagai mahasiswa. Ternyata itu berita hoaks. Yang tujuannya untuk mendeskriditkan pemerintah Jokowi.
Ketua BEM Universitas Udayana (Unud), Muhammad Novriansyah Kusumapratama, menjuluki “The Guardian of Oligarch”. Hal tersebut diunggah di akun Twitter resmi @BEM_Udayana, Sabtu 17 Juli 2021.
Dengan segala hormat. Jelas ini bukan dilakukan oleh orang Bali. Sebab Bali mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan. Bila dilihat namanya. Maka jelas sealiran dan sepaham dengan Presiden BEM UI, yang dugaanya anti toleransi dan condong ke PKS?
Seperti biasa, Jokowi tak merasa tersinggung. Bahkan nada ucapannya sama dengan apa yang disampaikan ke BEM UI melalui keterangannya. Lagi-lagi tak ada yang dipecat sebagai mahasiswa dikepengurusan BEM Udayana.
Malahan, yang sebenarnya diharapkan BEM UI, BEM Udayana dan BEM yang anti pemerintahan Jokowi. Agar Jokowi melakukan pemecatan kepada mahasiswa BEM UI. Namun, Jokowi tak punya kuasa untuk memerintahkan Rektor kampus-kampus untuk melakukan keinginan Jokowi.
Lagi-lagi BEM-BEM tersebut gigit jari dan tak berdaya menghadapi sikap tenangnya Jokowi menghadapi kritik, hujatan, cacian dan makian kepada dirinya.
Bahkan, masyarakat tak menyambut ajakan BEM Udayana. Malahan netizen menyebut kurang kerjaan. Jangan-jangan di kampus, tugasnya untuk menghasut dan memprovokasi masyarakat.