nasional

Pada Rapat Terbatas, Presiden Jokowi : BNPB Gagal Dalam Tugas Sosialisasi Masker Cegah Penularan Covid-19

Senin, 19 Juli 2021 | 11:02 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST -ADA 7 Poin yang disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (Ratas) kabinet yang dihadiri Wapres KH Ma'ruf Amin. Yaitu, perihal evaluasi Pergerakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Istana Merdeka, Jumat 16 Juli 2021.

Baca Juga : Viral Pemukulan Suami Istri Oleh Anggota Satpol PP



Pada poin ke empat, Jokowi menyentil Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang belum menggencarkan pemberian masker gratis secara masif dan sosialiasinya kepada warga.  Tujuannya mencegah penularan Covid-19.

Kenapa Presiden menyampaikan hal ini. Berarti Jokowi mendengar dan melihat warga di jalan-jalan dan perkampungan yang masih banyak belum memakai masker. Dan, tugas itu harus diselesaikan oleh negara, dalam hal ini BNPB.

Sekedar informasi saja. Dalam situasi mendesak atau hitungan jam, BNPB mampu menyiapkan 20.000 masker gratis, itu saat pernikahan anaknya Rizieq Shihab.

Terkait lainnya. Berkali-kali meminta kepada bawahannya. Agar tidak ada stok yang tersisa,  mulai dosis vaksin, pemberian sembako dan masker. Pokoknya, pesan Presiden jelas dan tegas jangan ada sisa digudang penyimpanan, melainkan bagikan kepada warga secepatnya.

Poin lainnya, kata Kakek Jan Ethes sudah ada ketersedian dosin vaksin 137 juta, baik yang jadi maupun belum. Dan sampai Jumat 16 Juli 2021, warga yang sudah divaksin 54 juta. Bahkan kita mampu melakukan vaksinisasi 2,3 juta per hari. Jokowi berharap bisa 5 juta per hari.

Intinya, jangan lagi ada vaksin tersisa. Pokoknya bagikan dan laksanakan segera. Kabar baiknya, Jakarta warganya yang sudah divaksin 72 persen, Bali  81 persen. Diharapkan Agustus kedua daerah tersebut mengalami herd immunity (kekebalan tubuh).

Daerah lainnya, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang divaksin 12 persen, sementara Banten 14 persen. Diharapkan Pertengahan September 2021 selesai dan warganya mendapat herd immunity.

 

 

 

Tags

Terkini