nasional

PGI Diam Melihat Penderitaan Rakyat di PPKM Darurat? Ini Penjelasan Pdt Gomar Gultom 

Sabtu, 17 Juli 2021 | 12:09 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat jilid satu (3 Juli - 20 Juli 2021) rencananya akan berlanjut menjadi jilid dua (20 Juli - 31 Juli 2021). Banyak rakyat kecil terkena dampaknya. Termasuk warga gereja yang bergantung dalam usaha kecil yang pendapatannya tergantung pada jualan tiap hari.

Baca Juga : Seruan Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar GultomTerkait Dugaan Bom Bunuh Diri Di Makassar



Lalu benarkah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) diam melihat persoalan tersebut?

Menurut Otoli Zebua yang peduli dan kerap bersentuhan dengan lintas agama dan warga gereja ini, punya pendapat, bahwa seharusnya "PGI yang merupakan lembaga gereja mempunyai 3 tugas panggilan yakni DIAKONIA, KOINONIA, MARTURIA. Dalam masa PPKM ini harusnya PGI diminta utk pro aktif melakukan fungsi gereja secara khusus diakonia dimana disaat banyak jemaat merasakan kesulitan dan kekurangan harusnya PGI hadir memberi solusi, tdk heran kalau banyak orang mempertanyakan apa fungsi dam peran PGI dalam kondisi bangsa seperti ini, semoga kehadiran PGI punya arti dan dampak bagi kehidupan umat," tuturnya ketika dihubungi Nawacitapost, Sabtu (17/7/2021).

Namun, menurut Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom M.Th, bahwa  PGI menyikapi betul dan sungguh-sungguh hal ini, bahwa "Penyebaran covid yang makin menguatirkan dan ditambah dengan varian virus baru yang lebih mematikan, memang membutuhkan kebijakan PPKM darurat ini. Semua komponen masyarakat harus serius dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, penyekatan dan untuk lebih banyak berdiam di rumah, dengan segala risikonya. Semuanya demi menghentikan penyebaran covid ini, demi kepentingan jangka panjang, " jelasnya, ketika dihubungi nawacitapost usai acara webinar, Sabtu (17/7/2021).

Mantan Sekum PGI dua kali, salah satu dampak yang paling memprihatinkan adalah di bidang ekonomi, yang bisa mengarah ke krisis. Untuk ini dibutuhkan solidaritas seluruh anak bangsa untuk bersama mengatasi masalah ini. Tidak saatnya lagi saling menyalahkan, tapi bagaimana bersama menyingsingkan lengan agar secepatnya kita keluar dari masalah ini, tegasnya.

Pdt Gomar yang salah satu bukunya diluncurkan di Kantor PBNU ini, tak lupa juga menekankan dan mengajak kepada warga tentang pentingnya pola hidup dan konsumsi yang memang harus dirubah untuk lebih substansial. Sekaligus juga ajakan untuk peduli dan berbagi, khususnya kepada mereka yang kurang beruntung.

Jadi, tidak benar PGI diam? Berbuat, tapi operasi senyap yang dilakukan. Artinya, tangan kanan memberi, tangan kiri dan juga tangan kanan tak perlu tahu.

Tags

Terkini