nasional

Vaksin Ketiga Boleh Gunakan Merek Vaksin yang Berbeda? Ini Kata Biofarma

Rabu, 7 Juli 2021 | 15:39 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Vaksin Covid-19 memang dapat membuat antibodi tubuh lebih kebal terhadap virus SARS-CoV-2. Beberapa merek vaksin Covid-19 yang sudah digunakan di Indonesia seperti Sinovac dan AstraZeneca.

Keduanya diberikan dua dosis dengan interval berbeda, Sinovac 28 hari, sedangkan AstraZeneca 12 minggu.

Oleh sebab itu, mulai banyak orang mencari vaksin Covid-19 agar lebih terlindungi. Beberapa orang bahkan sudah memikirkan untuk mendapat vaksin Covid-19 lainnya, setelah menerima dosis lengkap.

PT Bio Farma (Persero) selaku produsen dan distributor vaksin Covid-19 di Indonesia menyebut pemberian vaksin booster atau suntikan ketiga boleh diberikan dengan vaksin merek berbeda.

Contohnya, dosis satu dan dua Sinovac, maka dosis ketiga bisa jadi diberikan vaksin lain seperti Pfizer.

Namun demikian, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, wacana pemberian booster vaksin di Indonesia masih menunggu hasil uji klinis III dan kajian World Health Organization (WHO).

"Berdasarkan hasil uji klinis dan apa yang kita yakini sekarang, vaksin 1 dan 2 itu harus sama. Beda lagi dengan vaksin ketiga yang sifatnya booster, itu boleh berbeda," kata Honesti.

Honesti sekaligus menegaskan bahwa ketetapan itu sesuai dengan hasil uji klinis oleh Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Unpad dan pantauan dari WHO.

Ia juga menekankan bahwa pemberian dosis pertama dan kedua harus sama. "Vaksin 1 dan 2 harus sama selama pemberian dua dosis. Kita ketahui hampir sebagian besar vaksin yang ada di dunia ini diberikan dua dosis," kata dia.

Berbanding terbalik dengan pernyataan Honesti, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) sempat menyarankan agar pemberian booster menggunakan merek vaksin virus corona yang sama pada saat pemberian dosis satu dan kedua.

Apabila tidak tersedia dalam merek yang sama di saat itu, maka Papdi menyarankan agar pemberian booster tetap menggunakan vaksin dengan platform yang sama. Misalnya jenis inactivated dengan inactivated.

Senada, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih sebelumnya juga menyarankan agar pemberian booster menggunakan merek vaksin yang sama.

Tags

Terkini