Demak, NAWACITAPOST -Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya sinergi dalam mengelola keuangan negara. Sinergi bukan hanya mengerjakan tugas dan fungsi yang dilakukan sehari-hari, tetapi juga sinergi dengan seluruh Unit Eselon 1 lainnya sebagai ujung tombak untuk memulihkan Indonesia dari pandemi Covid 19.
“Istilahnya connect the dots. Pekerjaan Anda itu adalah satu dots di dalam pengelolaan keuangan negara. Connect dengan dots yang lain. Anda tahu persis bahwa Anda adalah bagian dari dots yang lebih besar,” kata Wamenkeu dalam Dialog dengan Pegawai Kementerian Keuangan di KPP Demak, beberapa waktu lalu.
Pada kegiatan yang diikuti juga oleh seluruh pegawai Kemenkeu Jateng dan DIY, Wamenkeu mencontohkan narasi yang dapat diangkat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bahwa pajak untuk membiayai belanja negara. Pajak yang dibayarkan Wajib Pajak menjadi tulang punggung utama untuk melawan pandemi Covid-19, termasuk untuk vaksinasi masyarakat Indonesia di tahun 2021. Kontribusi ini berdampak langsung dan signifikan dalam pengadaan vaksin untuk menyelamatkan nyawa ratusan juta masyarakat Indonesia.
“Jadi kita tidak boleh membiarkan pajak yang seakan-akan hanya sekedar mengumpulkan duit, didatangin orang pajak. Pajak bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Pajak adalah untuk beli vaksin. Pajak adalah untuk bangun SD. Pajak untuk membayar insentif tenaga kesehatan,” ujar Wamenkeu.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) juga dapat menggaungkan narasi untuk menangani perbaikan kesehatan masyarakat. Perbendaharaan berkontribusi untuk mendorong belanja yang lebih baik, menciptakan kepatuhan membayar pajak, dan memperbaiki kepatuhan perpajakan.
“Karena kalau fungsi perbendaharaannya baik, seperti penyaluran ke daerah, kerjasama dengan daerah, maka bendahara daerah itu bayar pajaknya lebih baik,” kata Wamenkeu.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga dapat berperan dalam belanja dan penerimaan negara.
“Kekayaan negara kita, Barang Milik Negara (BMN), kalau kita jaga dengan baik itu sudah akan mengurangi belanja yang tidak perlu. Pengelolaan kekayaan negara untuk efisiensi barang BMN. Kekayaan dihubungkan dengan penerimaan sebagian dari kekayaan negara itu harusnya kita pakai untuk menghasilkan penerimaan negara, untuk menghasilkan PNBP,” ujar Wamenkeu.
Wamenkeu meminta seluruh jajarannya untuk mengembangkan narasi yang berusaha menghubungkan tugas fungsinya sendiri dengan keseluruhan pengelolaan keuangan negara.
“Saya ingin seluruh pimpinan di Kementerian Keuangan mendorong sinergi ke seluruh staf dan anak buahnya. Kita tularkan nilai Kementerian Keuangan yang disebut sinergi,” kata Wamenkeu