“Apabila melakukan kegiatan aktivitas pertambangan lakukan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan kaidah-kaidah tata kelola lingkungan,” ucapnya.
“Juga tidak merusak rambu-rambu evakuasi bencana yang telah dipasang,” pungkas Virgojanti.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana menegaskan, pihaknya senantiasa siap siaga, tidak perlu menunggu terjadi bencana. Pihaknya juga melakukan kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi dengan media massa terkait dengan mitigasi bencana. Informasi-informasi awal tentang pencegahan bencana melalui teman-teman media. Sehingga masyarakat paham dan mengetahui apa potensi dan penanggulangan bencana di wilayahnya.
Nana juga menegaskan, hingga saat ini koordinasi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Provinsi Banten berjalan dengan baik.
“Antara Pemerintah Provinsi dengan BPBD Kabupaten/Kota, juga instansi terkait lainnya seperti TNI, Polri juga unsur relawan kebencanaan,” ucapnya.
Terkait bantuan logistik dan peralatan yang diserahkan ke BPBD Kabupaten/Kota, Nana menjelaskan, hal itu untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah Kabupaten/Kota. Menyiagakan peralatan bencana di dekat lokasi yang memiliki potensi bencana.(**)