Baca Juga : Ade Armando : Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Berbohong
Sejak, saat itu dunia maya diramaikan atau menjadi viral. Menteri Nadiem geram dan marah, meminta kepada Pemda (Diknas Sumbar) setempat untuk menindak tegas Kepala SMKN 2 Padang. Bahkan pengamat politik dan penggiat toleransi dan kemajemukan asal Padang, Ade Armando kepada nawacitapost, Sabtu 23 Januari 2021, harusnya Gubernur dan Walikota menegur keras kepala sekolah tersebut, ini wawasan kebangsaannya mundur, tegas Ade dihubungi usai diskusi webinar. Ade mendukung langkah Nadiem.
Terkait hal berbau intolerensi lainnya, Ade dalam video chanel youtubenya pernah mengingatkan (September 2020) kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno tentang pelarangan Injil berbahasa Minang dan ibadah non muslim, itu tidak baik bagi iklim demokrasi Indonesia dan tidak membangun wawasan kebangsaan yang sejuk. Pokoknya Ade menentang keras pelarangan yang dilakukan orang nomor satu Sumbar. Irwan hanya berkilah bahwa ini sudah ketentuan adat Minang.
Terkait tindakan yang terjadi di Sumbar (yang anyar dan viral di SMKN 2 Padang). Kesannya Irwan tidak tahu dengan membiarkannya. Atau Irwan menyatakan bahwa budaya Minangkabau adalah sesuatu yang lahir sejak lama.
Dan alasannya sebagai Gubernur, dia tidak bisa mengubahnya. Kesannya, Irwan ingin mengatakan praktek-praktek deskriminatf itu terjadi karena budaya Minang. Atau, memang tidak mentoleransi kehadiran kaum non muslim, tambah Ade.
Pembelaan yang di bangun Irwan hanya dengan berkata membangun kearifan lokal, intoleransi pun dilakukan?
Dan, viralnya (SMKN 2 Padang) di media sosial muncul gerakan penolakan netizen terhadap masakan padang. Di daerah Bekasi misalnya, rumah makan masakan Padang sepi pembeli, “biasanya sih jam makan siang sudah antri yang memesan (tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat). Saya tidak tahu penyebabnya, coba nanti lihat sampai akhir Januari ini,” ujar salah satu pelayan masakan Padang yang tak mau disebutkan namanya.
Ada pepatah mengatakan, jika produk (katakan makanan) enak, tapi bila ada aroma dan bau menyengat berformat intolerensi, maka yang enak itu hanya di biarkan dan hanyut diterpa angin, dan menjadi basi yang tak bisa dikudap lagi. Pepatah lain, ada yang menyebut nila setitik (SMKN 2 Padang) rusak susu sebelanga (masakan Padang yang enak hanya siap di sajikan tanpa dimakan).
Yang jelas dan pasti, para pengambil kebijakan di Sumatera Barat secara berjenjang, agar berhati-hati mengambil keputusan. Apalagi keputusan menyangkut kepentingan umum yang sudah diatur dan tertera dalam UU. Pasalnya, banyak juga warga Sumbar yang merantau ke daerah lain di Indonesia dan dunia. Jangan sampai diperlakukan seperti itu.